<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="106690">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH DOSIS PUPUK NPK DAN GALUR MUTAN VARIETASRNKIPAS PUTIH TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KEDELAI (GLYCINE MAX (L.) MERR.)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>NURHAQQI</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Abstrak. Kedelai merupakan salah satu tanaman pangan penting setelah padi dan jagung. Kebutuhan kedelai masih sulit untuk dipenuhi akibat produktivitas kedelai di Indonesia yang tergolong rendah. Kendala dalam produksi kedelai di Indonesia diantaranya ketersediaan varietas unggul yang mampu beradaptasi dengan lingkungan dan penerapan teknologi budidaya yang belum optimal oleh petani. Penelitian pengaruh dosis pupuk NPK dan galur mutan varietas Kipas Putih terhadap pertumbuhan dan hasil kedelai (Glycine max (L.) Merr.) dilakukan untuk mendapatkan dosis serta galur mutan varietas Kipas Putih terbaik serta kombinasi terbaik dari keduanya. Penelitian ini mengunakan rancangan acak kelompok pola factorial 3 x 7 dengan 3 ulangan Dosis pupuk NPK sebagai faktor pertama sedangkan galur mutan varietas Kipas Putih faktor kedua. Faktor pertama terdiri dari 3 taraf yaitu 200 kg ha-1, 300 kg ha-1 dan 400 kg ha-1. Faktor kedua terdiri dari 7 taraf yaitu Kipas Putih, Biosoy,  &#13;
B4, B7, B13, B18, B22. Hasil penelitian menunjukkan Dosis 400 kg ha-1 lebih baik dalam meningkatkan jumlah cabang pertanaman, umur berbunga, jumlah polong per tanaman, jumlah biji pertanaman, bobot biji per tanaman, bobot biji per plot, dan potensi hasil. Galur mutan varietas Kipas Putih terbaik adalah B18 dan B22. Galur mutan B18 terbaik dijumpai pada jumlah cabang per tanaman, jumlah polong bernas pertanaman dan bobot 100 biji. Sedangkan galur mutan B22 terbaik dijumpai pada persentase polong bernas per tanaman, bobot biji per tanaman, bobot biji per plot, dan potensi hasil. Interaksi antara dosis NPK dan galur mutan kedelai Kipas Putih hanya terjadi pada tinggi tanaman 5 MST dan berat 100 biji. Pada tinggi tanaman 5 MST kombinasi terbaik adalah galur mutan B13 dengan dosis 400 kg ha-1. Sedangkan pada bobot 100 biji kombinasi terbaik adalah galur mutan B18 dengan dosis 200 kg ha-1.&#13;
Kata kunci: Dosis NPK, Galur Mutan Varietas Kipas Putih, Kedelai</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>106690</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-12-12 11:02:19</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-12-12 11:45:49</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>