KOMUNIKASI INTERPERSONAL PENGAMEN JALANAN DI KOTA BANDA ACEH (STUDI SIMBOL-SIMBOL KOMUNIKASI VERBAL DAN NON VERBAL PADA PENGAMEN JALANAN DI KOTA BANDA ACEH) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

KOMUNIKASI INTERPERSONAL PENGAMEN JALANAN DI KOTA BANDA ACEH (STUDI SIMBOL-SIMBOL KOMUNIKASI VERBAL DAN NON VERBAL PADA PENGAMEN JALANAN DI KOTA BANDA ACEH)


Pengarang

T. REDHA TARTIA TANDY - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Rahmawati - 196209022000122003 - Dosen Pembimbing I
Nadia Muharman - 198410082014012101 - Dosen Pembimbing I



Nomor Pokok Mahasiswa

1510102010033

Fakultas & Prodi

Fakultas Ilmu Sosial dan Politik / Ilmu Komunikasi(S1) / PDDIKTI : 70201

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Ilmu Sosial dan Politik., 2022

Bahasa

Indonesia

No Classification

302.224

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Penelitian ini berjudul Komunikasi Interpersonal Pengamen Jalanan di Kota Banda Aceh (Studi Simbol-Simbol Komunikasi pada Pengamen Jalanan di Kota Banda Aceh). Tujuan Penelitian adalah untuk mengetahui komunikasi verbal dan komunikasi nonverbal yang dimiliki pengamen di kota Banda Aceh. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Data dalam penelitian ini didasari pada pengumpulan data melalui wawancara terhadap lima pengamen jalanan di kota Banda Aceh. Teori yang peneliti gunakan dalam penelitian ini adalah teori Dramaturgis yang dipopulerkan oleh Erving Goffman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengamen jalanan di kota Banda Aceh berangkat dari komunitas anak-anak punk yang menjadikan kegiatan mengamen sebagai upaya untuk menambah penghasilan. Para pengamen akan berusaha untuk tampil sebaik mungkin di depan para pelanggan agar persepsi masyarakat terhadap kehadiran pengamen timbul secara baik. Mereka akan menggunakan kosakata yang sopan dan gerakan nonverbal yang menunjukkan kerendahan hati, seperti salam sebagai pembuka dan perkenalan, hingga gerak tubuh membungkuk setelah menerima imbalan dari penampilan yang mereka lakukan sebagai bentuk terima kasih. Para pengamen melakukan persiapan yang cukup serius sebelum tampil ke hadapan publik agar penampilan dapat berlangsung sukses.

This research is titled Interpersonal Communication of Buskers in Banda Aceh City (Study of Communication Symbols on Buskers in Banda Aceh City). This research aims to determine the verbal communication and nonverbal communication possessed by street singers in Banda Aceh. The method used in this research is descriptive qualitative. In order to reach the conclusion, the data was collected through interviews with five buskers in the city of Banda Aceh. The theory that researchers use in this study is the Dramaturgical theory popularized by Erving Goffman. The results showed that the buskers in the city of Banda Aceh departed from the community of punk children who made busking activities as an effort to gain more income. The buskers will try to appear as good as possible in front of the customers so that the public perception of the presence of buskers arises in a positive way. They will use polite vocabulary and nonverbal gestures that show humility, such as greetings as openings and introductions, to bowing gestures after receiving rewards for their performances as a form of thanks. The buskers made quite serious preparations before appearing in front of the public so that the performance could be successful.

Citation



    SERVICES DESK