<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="106526">
 <titleInfo>
  <title>PERFORMANSI AUGMENTASI PADA VISUAL GEOMETRIC GROUP (VGG)-16 UNTUK KLASIFIKASI CITRA WAJAH PENYANDANG AUTISME</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Veni Khariyunnisa</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Abstrak - Autism Spectrum Disorder (ASD) atau gangguan pervasif  merupakan gangguan yang menyebabkan keterlambatan berkembangnya kemampuan berkomunikasi, interaksi sosial dan perilaku. Autism Spectrum Disorder (ASD) yang sering disebut dengan autisme  adalah salah satu gangguan yang dapat mempengaruhi mental penyandangnya. Diagnosa penyandang autisme tidak dilakukan melalui tes darah melainkan dengan pemeriksaan perkembangan tingkah laku dan mental yang diamati secara langsung. Hal ini membuat keakuratan diagnosa penyandang autisme bergantung kepada keahlian dan pengalaman tenaga medis. Oleh sebab itu diperlukan adanya sebuah sistem yang lebih akurat untuk melakukan diagnosa penyandang autisme. Penderita autisme umumnya memiliki karakteristik wajah yang khas yang berbeda dari orang normal. Sehingga pada penelitian ini dirancang sebuah sistem yang dapat melakukan klasifikasi terhadap penderita ASD dengan memanfaatkan metode augmentasi melalui pembelajaran mendalam dengan arsitektur VGG-16 menggunakan citra wajah penyandang autisme. Augmentasi merupakan metode untuk memperbanyak data sehingga dapat meningkatkan kinerja dari suatu model. Hasil penelitian menunjukan tingkat akurasi pengujian adalah 83,33% tanpa augmentasi dan 88,33% dengan memanfaatkan augmentasi.&#13;
&#13;
Kata Kunci : autism spectrum disorder, convolution neural network, visual geometric group, augmentasi.&#13;
&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>106526</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-12-01 14:41:27</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-12-01 15:07:41</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>