POLA KUMAN DAN SENSITIVITAS BAKTERI YANG DIISOLASI DARI SPUTUM PENDERITA BATUK KRONIS DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH DR.ZAINOEL ABIDIN | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

POLA KUMAN DAN SENSITIVITAS BAKTERI YANG DIISOLASI DARI SPUTUM PENDERITA BATUK KRONIS DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH DR.ZAINOEL ABIDIN


Pengarang

Azwar Iwan Tona - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0707101010136

Fakultas & Prodi

Fakultas Kedokteran / Pendidikan Dokter (S1) / PDDIKTI : 11201

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Kedokteran., 2011

Bahasa

Indonesia

No Classification

614.579

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Batuk kronis merupakan gejala yang paling sering ditemukan pada infeksi Paru. Insiden infeksi paru berkisar antara 60-80% dari seluruh penyakit paru, sedangkan sisanya 20-40% adalah penyakit non infeksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola kuman dan sensitivitas bakteri yang diisolasi dari sputum penderita batuk kronis melalui pewarnaan BTA, kultur bakteri dan uji difusi cakram. Penelitian ini dilakukan di laboratorium mikrobiologi kJinik RSUDZA sejak bulan Juni 2010 hingga April 2011. Penelitian ini merupakan penelitian diskriftip dengan metode observasional laboratoriurn. Bakteri diisolasi dari sputum penderita batuk kronis dari Poli Paru dan Ruang Rawat Inap Paru RSUDZA. Bakteri yang diperoleh dilakukan uji sensitivitas antibiotik. Hasil pewarnaan Basil Tahan Asam (BTA) dan 100 spesimen sputum ditemukan BTA (+) sebanyak 66 dan lebih banyak ditemukan pada pria yaitu 72,73%. Dan sputum penderita batuk kronis dapat diisolasi bakteri patogen sebanyak 31% yang tertinggi adalah spesies klebsiella pneumonia sebanyak I 1 % kemudian disusul dengan Staphylococus aureus 9 %, Acinetobacter 6%, dan Pseudomonas aeroginosa 5%, Klebsiella pneumonia telah mengalami resistensi terhadap antibiotic ampicillin sebanyak 90,91 % diikuti oleh amoxillin- clav 81,82%, ticarcillin clavulanic acid dan gentamicin masing-masing 72,73%. Staphylococus aureus telah ditemukan resisten terhadap oxacillin sebesar 55,56% dan Pseudomonas aeroginosa telah resisten 100% terhadap ticarcillin-clavulanic acid.

Kata kunci : Batuk kronis, Sputum, Bakteri, Resistensi



Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK