<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="106477">
 <titleInfo>
  <title>FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MINAT TENAGA KESEHATAN MELAKUKAN VAKSINASI BOOSTER DI RUMAH SAKIT PENDIDIKAN UNIVERSITAS SYIAH KUALA (PRINCE NAYEF BIN ABDUL AZIZ)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Muhammad Ikhsan Farhan</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Kementerian Kesehatan Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit menerbitkan surat edaran melaksanakan vaksinasi booster. Jumlah kasus positif COVID-19 semakin bertambah setiap harinya. Tenaga kesehatan menjadi garda terdepan dalam berinteraksi langsung dengan pasien COVID-19. Resiko tertular penyakit tersebut pada para tenaga kesehatan sangat besar. Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui bagaimana minat tenaga kesehatan melakukan vaksinasi booster COVID-19 di Rumah Sakit Pendidikan Universitas Syiah Kuala (Prince Nayef bin Abdul Aziz). Penelitian ini dilakukan pada tanggal 12 sampai 19 September 2022. Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan  pendekatan cross sectional dengan total sampel sebanyak 46 orang. Pengambilan sampel pada penelitian ini dilakukan secara non-probability sampling. Pengambilan data dilakukan secara wawancara. Analisis data pada penelitian ini menggunakan analisis univariat dan bivariat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 46 responden yang peneliti tanyakan terdapat 39 orang (80,4%) berminat untuk melakukan vaksinasi booster sedangkan 7 orang (19,6%) lainnya tidak berminat. Penelitian ini juga menunjukan bahwa faktor health immunity, kenyamanan bekerja, tempat bekerja, akses perjalanan, dan aktivitas sosial mempengaruhi minat tenaga kesehatan melakukan vaksinasi booster di Rumah Sakit Pendidikan Universitas Syiah Kuala (Prince Nayef bin Abdul Aziz), sedangkan faktor efek samping tidak mempengaruhinya.&#13;
&#13;
Kata kunci: Tenaga kesehatan, minat, vaksin, COVID-19&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>HEALTH - MEDICINE</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>VACCINATION - DISEASE CONTROL</topic>
 </subject>
 <classification>614.47</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>106477</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-11-28 09:56:01</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-11-28 10:32:38</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>