<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="106469">
 <titleInfo>
  <title>GAMBARAN KASUS MALARIA DI WILAYAH KOTA BANDA ACEH PERIODE JANUARI 2008 - NAVEMBER 2011</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Shella Widya Gani</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran</publisher>
   <dateIssued>2012</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Malaria   disebabkan   oleh   infeksi   pada  sel  darah   merah   oleh   parasit   protozoa plasmodium   dan  ditransmisikan   oleh  nyamuk  Anopheles   betina.Untuk penanggulangan  malaria,    WHO    mendirikan     Global    Malaria    Programme. Indonesia   melalui  program  bebas  malaria  ditargetkan   dapat  tercapai  pada  tahun  2030  mendatang,   untuk  wilayah   Aceh,  pemerintah   menargetkan bebas  malaria  pada   tahun   2015.  Penelitian   ini  bertujuan   untuk  mengetahui   gambaran   kasus malaria   di  wilayah   Kota  Banda   Aceh  periode   Januari   2005 - November  20II. Metode  penelitian  yang  digunakan   adalah  deskriptif   analitik  dengan  pendekatan cross sectional.  Teknik  pengambilan  sampel  menggunakan  metode  total sampling yang  diambil  dari buku  register  puskesmas  Januari   2008  -  November  2011dengan perolehan   sampel   sebanyak    118  pasien.    Frekuensi   kasus   malaria   terbanyak Plasmodium     vivax    61,86%.    Tahun    tertinggi     angka    malaria     tahun    2008  36,44%.Frekuensi    tertinggi   sosiodemografi    pada  kelompok   umur  16-30   tahun  55,93%,  laki-Iaki   69,49%.  Kejadian  malaria  tertinggi  di  Kecamatan   Lueng  Bata 34,75%.P. vivax cenderungselalu    lebih  tinggi  setiap   tahunnya   dibandingkan    P. falsiparum.    Pada  kelompok   usia   16-30  tahun  terdapat  perbedaan  jumlah   kasus yang  cukup  besar  antara  Pjalsiparum33,33%     dan  P. vivax  66.67%.P.  falsiparum dan   P. vivax   cenderung    lebih   banyak    diderita    oleh   laki-Iaki.    P.falsiparum cenderung    lebih   banyak   pada   Kecamatan    Syiah   Kuala   62,86%    dan  P. vivax cenderung  lebih banyak  pada Kecarnatan  Lueng Batal 00%.&#13;
&#13;
Kata kunci   :  malaria, plasmodium   vivax, plasmodium  falsiparum&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>MALARIA - INCIDENCE</topic>
 </subject>
 <classification>614.532</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>106469</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-11-25 15:52:29</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-11-30 10:06:37</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>