<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="106413">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH EKSTRAK ETANOL BIJI ALPUKAT (PERSEA AMERICANA MILL) TERHADAP EKSPRESI SUPEROKSIDA DISMUTASE DAN HISTOLOGIS PANKREAS PADA TIKUS (RATTUS NORVEGICUS) DIABETES MELITUS</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Fauziah</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas MIPA Magister Kimia</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Diabetes melitus merupakan penyakit kronis yang disebabkan oleh kerusakan pankreas. Penelitian ini dilakukan untuk melihat potensi ekstrak biji alpukat (Persia americana Mill) sebagai obat alternatif diabetes. Penyiapan ekstrak dilakukan dengan mengekstraksi biji alpukat (P. americana Mill) menggunakan pelarut etanol, n-heksana dan etil asetat, yang dilakukan secara berturut-turut. Masing-masing ekstrak tersebut diuji fitokimia dan dilanjutkan dengan analisis senyawa kimianya menggunakan Gas Chromatography Mass Spectrometry (GC-MS). Ekstrak etanol diuji aktivitas antidiabetesnya secara in vivo menggunakan tikus (Rattus novergicus). Pada uji in vivo, tikus dibagi dalam 5 kelompok yaitu: kelompok 1 (kelompok sehat atau tanpa perlakuan) dan kelompok 2, 3, 4 dan 5 yang diinjeksi dengan streptozotocin (STZ) dosis 30 mg/kbBB di intraperitoneal. Kelompok 2 adalah kelompok tikus sakit tanpa terapi, sedangkan kelompok 3, 4, dan 5 merupakan kelompok tikus sakit yang diterapi dengan ekstrak etanol biji alpukat, dimana dosis masing-masing 300, 350 dan 400 mg/kgBB selama 14 hari. Dari hasil ekstraksi biji alpukat, diperoleh rendemen ekstrak etanol, ekstrak n-heksana dan ekstrak etil asetat masing-masing sebesar 5,5%, 0,33% dan 0,02%. Hasil uji fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak etanol mengandung kelompok senyawa flavonoid, alkaloid, terpenoid, fenol/tanin dan saponin dan ekstrak n-heksana mengandung kelompok senyawa terpenoid, sedangkan ekstrak etil asetat mengandung kelompok senyawa flavonoid, alkaloid, terpenoid dan saponin. Berdasarkan hasil analisis GC-MS, senyawa utama dalam ekstrak etanol dan ekstrak etil asetat yang berpotensi sebagai senyawa antidiabetes berturut-turut adalah 3H-pyrazol-3-one,2,4-dihydro-4,4,5-trimethyl- dan campesterol. Hasil terapi dengan ekstrak etanol biji alpukat (P. americana Mill) menunjukkan adanya peningkatan SOD1 dan SOD2, secara signifikan (p</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>EXTRACTION</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>CHEMICAL ANALYSIS - ORGANIC CHEMISTRY</topic>
 </subject>
 <classification>543.17</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>106413</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-11-23 15:05:16</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-01-03 11:33:57</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>