<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="106386">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH SALEP EKSTRAK BUNGA KENANGA (CANANGA ODORATA) PADA TIKUS WISTAR YANG DIINDUKSI LUKA BAKAR GRADE IIA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Teuku Fasya Maulana</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Luka bakar merupakan salah satu trauma yang sering terjadi di kehidupan sehari-hari dan luka bakar derajat IIA adalah yang paling sering terjadi. Salah satu tanaman herbal yang digunakan masyarakat untuk menyembuhkan luka bakar adalah bunga kenanga (Cananga odorata). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan salep ekstrak bunga kenanga dan pengaruhnya terhadap penyembuhan luka bakar. Tikus dibagi menjadi empat kelompok, yaitu tikus normal dan tikus dengan induksi luka bakar. Ekstraksi bunga kenanga menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 70%, selanjutnya dibuat salep dengan konsentrasi ekstrak 10%. Rambut di punggung tikus dicukur dan dibersihkan dengan etanol 70%, lalu  kulit dilukai dengan menempelkan logam besi bundar yang dipanaskan hingga 100°C, selama 5 detik sehingga terjadi luka bakar berdiameter 1 cm. Bahan uji adalah salep ekstrak bunga kenanga dan bioplacenton yang dioleskan selama tujuh hari. Selama penelitian, diameter luka bakar diukur menggunakan jangka sorong. Setelah hari ketujuh, tikus dikorbankan dan jaringan kulit tikus dieksisi untuk pemeriksaan histopatologi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa bunga kenanga mengandung senyawa alkaloid, saponin, flavonoid, triterpenoid, dan tannin. Analisis diameter luka bakar pada hari ketujuh menunjukkan bahwa diameter luka bakar yang diberikan salep ekstrak bunga kenanga lebih kecil dibanding tikus yang tidak diberi terapi. Gambaran histopatologi kulit tikus yang diberikan salep ekstrak bunga kenanga berbeda dalam hal jumlah fibroblast, kolagen, angiogenesis dan epitelisasi dibanding tikus yang tidak diterapi. Hal ini menunjukkan bahwa salep ekstrak bunga kenanga efektif menyembuhkan luka bakar derajat IIA.&#13;
&#13;
Kata kunci : Bunga kenanga, Cananga odorata, luka bakar, tikus putih&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>106386</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-11-22 12:05:24</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-11-22 14:59:55</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>