HUBUNGAN ANTARA FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEBUTUHAN GIZI DENGAN STATUS GIZI PADA LANJUT USIA DI UNIT PELAKSANAAN TEKNIK DINAS (UPTD) PANTI SOSIAL MEULIGOE JROH NAGUNA BANDA ACEH 2008 | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

HUBUNGAN ANTARA FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEBUTUHAN GIZI DENGAN STATUS GIZI PADA LANJUT USIA DI UNIT PELAKSANAAN TEKNIK DINAS (UPTD) PANTI SOSIAL MEULIGOE JROH NAGUNA BANDA ACEH 2008


Pengarang

Wiwik Rudiana - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0471120108

Fakultas & Prodi

Fakultas Keperawatan / Ilmu Keperawatan (S1) / PDDIKTI : 14201

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Kedokteran., 2008

Bahasa

Indonesia

No Classification

0613.043

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Bertambahnya usia seseorang erat kaitannya dengan bertambahnya ketidakmampuan antara lain menurunnya daya cerna, karena terjadinya kemunduran fisik serta perubahan dalam proses metabolisme, maka dari itu perlu adanya perhatian khusus agar zat-zat gizi yang diperlukan diberikan secara adekuat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi apakah ada hubungan antara faktor-Iaktor yang mempengaruhi kebutuhan gizi dengan status gizi pada lanjut usia di UPTD Panti Sosial Meuligoe Jroh Naguna Banda Aceh tahun 2008. desain penelitian ini adalah deskriptif korelatif. Metode pengambilan sampel yaitu dengan teknik total sampling jumlah sampel 46 orang, pengumpulan data dilakukan pada tanggal 16-19 Maret 2008. Alat ukur penelitian menggunakan quisioner untuk mengukur variabel faktor kerusakan gigi, bcrkurangnya cita rasa dan sosial ekonomi. Scdangkan untuk menilai status gizi dilakukan penimbangan berat badan dan tinggi badan. Analisa data diolah secara manual dengan menggunakan rumus chi-square test (Xl) dengan derajat
kebebasan (dt) 1 dan tingkat kemaknaan alfa (0. ) = 5 % (0,05), dengan ketentuan jika i hitung < Xl tabel maka hipotesa null (Ho) diterima dan sebaliknya apabila Xl hitung < Xl tabel maka hipotesa null (Ho) ditolak. Berdasarkan hasil penelitian
terhadap variabel independen yaitu faktor-faktor yang mempengaruhi kebutuhan gizi dapat diperoleh hasil faktor kerusakan gigi pada kategori rusak ada 31 orang (67,39 %). berkurangnya cita rasa pada kategori berkurang ada 28 orang (60,8%), faktor sosial ekonorni pada kategori berpendapatan rendah ada 29 orang (63,04 %). Sedangkan untuk variabel dependen yaitu status gizi sebagian besar berada pada kategori gizi kurang yaitu 34 orang (73,91 %). Kesimpulan penelitian ini adalah tidak ada hubungan yang bermakna antara faktor kerusakan gigi dengan status gizi pada lanjut usia, tidak ada hubungan yang bermakna antara berkurangnya cita rasa dengan status gizi pada lanjut usia, tidak ada hubungan yang bermakna antara faktor sosial ekonomi dengan status gizi pada lanjut usia Diharapkan kepada semua pihak yang terkait baik perawat maupun pihak panti sosial agar lebih memperhatikan kebutuhan gizi lanjut usia sehingga status gizi pada lanjut usia dapat dipertahankan secara optimal.

Kata kunci : Kebutuhan Gizi, Status Gizi Lanjut Usia. Kerusakan Gigi,
Berkurangnya Cita Rasa,Faktor Sosial Ekonomi.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK