<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="106278">
 <titleInfo>
  <title></title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Hasan Rahmat</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik Kimia</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
&#13;
Prarancangan pabrik Amonium Klorida ini menggunakan Amonium Sulfat 124.812,557 ton/tahun dan Natrium Klorida 109.426,609 ton/tahun sebagai bahan baku. Kapasitas produksi pabrik Amonium Klorida ini adalah 100.000 ton/tahun dengan hari kerja yaitu 330 hari/tahun, Bentuk perusahaan yang direncanakan adalah Perseroan Terbatas (PT) dengan menggunakan metode struktur garis dan staf. Kebutuhan tenaga kerja untuk menjalankan perusahaan ini berjumlah 118 orang. Pabrik Amonium Klorida ini direncanakan berlokasi di Kebomas, Kabupaten Gresik, Jawa Timur dengan luas tanah 30.000 m2. &#13;
Bahan baku Amonium Sulfat ((NH4)2SO4) dan Natrium Kloride (NaCl) dari tempat penyimpanan dilarutkan dengan air untuk menjadi larutan jenuh Amonium Sulfat dan Natrium Klorida dalam Tangki Pelarutan (T-101) DAN (t-102) pada kondisi tekanan 1 atm dan temperatur 30°C, lalu dipanaskan menggunakan Heat Exchanger (HE-101) dan (HE-102) kemudian dipompakan dalam reaktor (R-201) yang dilengkapi dengan jaket pemanas untuk menaikkan temperatur serta dijaga kondisi operasi pada temperature 100°C, tekanan di dalam Reaktor 1 atm dan konversi 95 %. Reaktor ini digunakan untuk mereaksikan Amonium Sulfat dan NaCl dengan menggunakan proses batch, produk yang dihasilkan adalah larutan Amonium Klorida (NH4Cl) dan kristal Natrium Sulfat (Na2SO4), kristal Natrium Sulfat dari larutan Amonium Klorida melalui Rotary Filter (RF-201) didinginkan di HE-201 dingga suhu 95,4°C dengan media pendingin aliran recycle dari Rotary Filter (RF-302). Kemudian mengeringkan Natrium Sulfat menjadi kristal kering dengan menghilangkan air digunakan Rotary Dryer (RD-201). Untuk memekatkan larutan Ammonium Klorida digunakan Evaporator (Ev-301), larutan jenuh dari Evaporator dipompa ke kristalizer (Cr-301) untuk membentuk kristal ammonium klorida, untuk mempertahakan suhu pada Kristalizer dialirkan air pendingin yang dimasukkan lewat jaket Kristalizer. Kemudian kristal dan mother liquor dari Kristalizer dialirkan ke Rotary Filter didalam Rotary Filter dan mother liquor dipisahkan. Kristal Amonium Klorida dikeringkan di Rotary Dryer (RD-302) dan mother liquor di recycle ke Reaktor dan Evaporator dengan perbandingan 3:7. Produk utama dan samping kristal Amonium Klorida dan Natrium Sulfat dari Rotary Dryer (RD-201) dan (RD-302) dimasukkan kedalam silo sebagai tempat penyimpanan.&#13;
Untuk menunjang berjalannya proses pabrik dibutuhkan sumber air pabrik Amonium Klorida berasal dari Sungai Lamong, Kabupaten Gresik, Jawa Timur dengan, total keperluan air yaitu 165.510,653 kg/jam dan untuk memenuhi kebutuhan listrik diperoleh dari Perusahaan Listrik Negara (PLN) dan generator dengan daya 3.025 kW.&#13;
Hasil analisa ekonomi yang diperoleh sebagai berikut:&#13;
1.	Fixed Capital Investment (FCI)	= Rp. 1.561.451.121.000&#13;
2.	Working Capital Investment (WCI)	= Rp. 173.494.569.000&#13;
3.	Total Capital Investment (TCI)	= Rp. 1.734.945.690.000&#13;
4.	Total Production Cost (TPC)	= Rp. 1.490.130.137.878&#13;
5.	Sales Cost (SC)	= Rp. 2.413.877.086.290&#13;
6.	Laba Bersih	= Rp. 692.810.211.309&#13;
7.	POT	= 3 tahun&#13;
8.	Break Event Point (BEP)	= 26 %&#13;
9.	Internal Rate of Return (IRR)	= 33 %&#13;
&#13;
Berdasarkan data-data diatas dapat disimpulkan bahwa Prarancangan Pabrik Amonium klorida dari Amonium Sulfat dan Natrium klorida dengan Kapasitas Produksi 100.000 ton/tahun layak dilanjutkan ke tahap rancangan.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>106278</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-11-09 15:51:00</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-11-10 08:57:31</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>