<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="106234">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS DISTRIBUSI TEGANGAN PADA  POROS BUBUNGAN SPORT UTILITY VEHICLE DENGAN BERBAGAI KONDISI MENGGUNAKAN METODE ELEMEN HINGGA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Ulul Azmi</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Program Studi Magister Teknik Mesin Unsyiah</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Poros bubungan merupakan salah satu komponen utama mesin yang berfungsi untuk membuka dan menutup katup masuk dan katup buang pada mesin pembakaran dalam. Oleh karena itu penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh kondisi  poros bubungan Sport Utility Vehicle terhadap distribusi tegangan dan menentukan batas aman dengan metode elemen hingga. Simulasi dilakukan pada tiga model, yaitu model tanpa cacat, model mengalami aus, dan model yang mengalami aus disertai cacat berupa retak awal. Hasil simulasi menunjukan bahwa pada model tanpa cacat, tegangan normal maksimum sebesar 11 MPa terjadi di area fillet, Pada model yang mengalami aus, tegangan normal maksimum mencapai 22 MPa. Tegangan dari kedua model ini masih dibawah batas izin material yaitu 29,8 MPa. Faktor intensitas yang terjadi pada model tanpa cacat dan aus masing-masing adalah 1,3 – 1,5 MPa.m1/2 dan 1,64 – 2,31 MPa.m1/2, yang menunjukan tidak terjadinya perambatan retak. Tegangan normal maksimum pada model yang mengalami aus disertai cacat berupa retak adalah sebesar 321 MPa, yang melebihi batas izin material. Faktor intensitas tegangan diujung retak adalah sebesar 17,9 MPa.m1/2, dimana nilai ketangguhan retak untuk material besi cor berkisar antara 14 Mpa.m1/2, yang mengindentifikasikan bahwa retak mengalami perambatan. Dari hasil yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa poros bubungan tanpa cacat dan yang mengalami aus masih dalam kondisi aman. Sedangkan pada kondisi aus disertai cacat nilai faktor insesitas tegangan telah melibihi nilai ketanguhan retak (KI &gt; KIC) yang menyebakan terjadinya retak dan poros bubungan tidak aman untuk digunakan</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>AXLES</topic>
 </subject>
 <classification>621.93</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>106234</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-11-04 08:57:33</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-11-23 10:20:03</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>