Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
HUBUNGAN INTERAKSI PENGASUH TERHADAP KONSEP DIRI REMAJA DI PANTI SOSIALRNMEULIGOE JROH NAGUNA LAMPINEUNG BANDA ACEH 2008
Pengarang
Yanti Dewi - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
0071122444
Fakultas & Prodi
Fakultas Keperawatan / Ilmu Keperawatan (S1) / PDDIKTI : 14201
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas Kedokteran.,
Bahasa
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Interaksi adalah hubungan antara satu individu atau lebih, dimana kelakuan individu yang satu mempengaruhi, mengubah dan memperbaiki kelakuan individu yang lain atau sebaliknya. Interaksi terdiri dari komunikasi, sikap, pengetahuan dan pendidikan. Interaksi pengasuh merupakan sumber pokok informasi dalam proses perkembangan konsep diri remaja yang tinggal di Panti Sosial, menurut Stuart & Sundeen ada 5 bentuk konsep diri yaitu citra tubuh, ideal diri, harga diri, penampilan peran dan indentitas personal, remaja panti sosial berpotensi untuk memiliki konsep diri cenderung kurang/negatif karena adanya pengaruh negatif yang berassal dari lingkungan internal asrama yaitu pergaulan sesama anak asuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya hubungan interaksi pengasuh terhadap konsep diri remaja di Panti Sosial Meuligoe Jrouh Naguna Lampineung Banda Aceh tahun 2008. Desain penelitian adalah deskriptif korelatif, dengan jumlah sampel 47 remaja. Adapun metode pengambilan sampel secara probability sampling. Alat pengumpulan data mengunakan skala likert, terdiri dari 35 item pemyataan, analisa data dilakukan dengan SPSS dan secara manual dengan univariat analisis dan bivariat analisis
dengan uji statistik Chi square (X2), a = 0.05, df=1 dan X2 tabel = 3.841. Hasil
anaJlsa data diketahui interaksi pengasuh baik 31 remaja (66 %), interaksi
pengasuh yang kurang baik 16 remaja (34 %) sedangkan remaja dengan konsep diri baik sebanyak 18 remaja (38.3%), dan yang memiliki konsep diri kurang baik
sebanyak 29 remaja (61 %). Dari hasil uji statistik diperoleh hasil X2hitungX2tabel
dengan X2hitung I,77, sehingga hipotesa noll (Ho) diterima. Berdasarkan hasil
tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan antara interaksi pengasuh terhadap konsep diri remaja di Panti Sosial Meuligoe Jrouh Naguna Lampineung Banda Aceh tahun 2008. oleh karena itu, diharapkan kepada pengasuh dan remaja pada khususnya bisa meningkatkan pemahaman tentang konsep diri lebih baik.
Tidak Tersedia Deskripsi
GAMBARAN KONSEP DIRI ANAK ASUH USIA REMAJA AWAL DI PANTI SOSIAL MEULIGOE JROH NAGUNA BANDA ACEH 2006 (Yullyzar, 2022)
HUBUNGAN PERUBAHAN INDERA PENGLIHATAN AKIBAT PROSES PENUAAN DDENGAN STRES PADA LANSIA DI UNIT PELAKSANA TEKNIS DINAS PANTI SOSIAL MELIGOE JROH NAGUNA BANDA ACEH TAHUN 2008 (Rolas Nenty, 2022)
KOMUNIKASI ANTARPRIBADI DALAM MENGEMBANGKAN POTENSI DIRI REMAJA PUTUS SEKOLAH DI UPTD RUMOH SEUJAHTERA JROH NAGUNA BANDA ACEH (ALBI NORMAYDI, 2020)
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PEMENUHAN KEBUTUHAN TIDUR PADA USIA LANJUT YANG DIRAWAT DIPANTI SOSIAL MEULIGOE JROH NAGUNA BANDA ACEH TAHUN 2008 (Zuheri, 2023)
GAMBARAN KENAKALAN REMAJA PADA REMAJA YANG KEHILANGAN ORANG TUA DIPANTI ASUHAN NIRMALA LAMPINEUNG BANDA ACEH TAHUN 2007 (Arfiza Ridwan, 2021)