<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="106092">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS RISIKO INDUSTRI NILAM MENGGUNAKAN SUPPLY CHAIN OPERATION REFERENCE (SCOR 12.0) DAN VALUE AT RISK (VAR)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Richi Gunawan</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik (S2)</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Provinsi Aceh merupakan sebuah provinsi yang memiliki potensial sumber daya alam yang sangat melimpah, terutama dari sektor hasil pertanian. Salah satunya adalah tanaman nilam yang dapat diolah menjadi barang yang bernilai ekonomis, yaitu minyak nilam. Sebagian besar masyarakat Aceh berprofesi sebagai petani, khususnya di Kabupaten Aceh Jaya. Saat ini, petani di Aceh Jaya sedang gencar melakukan budidaya tanaman nilam. Namun, sejauh ini hasil produksi nilam masih belum maksimal serta masih mengalami kendala dalam sektor manjamen rantai pasok. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengukur kinerja rantai pasok nilam dan mengetahui dampak risiko industri nilam pada perusahaan Koperasi Industri Nilam Aceh (KINA) di Kabupaten Aceh Jaya. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu Supply Chain Operation Refrence (SCOR) 12.0 untuk mengukur kinerja rantai pasok dan metode value at risk (VAR) untuk menganalisis dampak risiko guna mengurangi potential kerugian perusahaan. Hasil yang diperoleh pada penelitian ini dengan menggunakan metode SCOR 12.0 yaitu sebesar 42,06. Berdasarkan hasil analisa tersebut, maka perlunya peningkatan serta perbaikan kinerja rantai pasok pada perusahaan KINA, Kabupaten Aceh Jaya. Selanjutnya terdapat beberapa sumber risiko pada industri nilam antara lain yaitu penyakit dengan dampak risiko sebesar Rp. 995.344. Selanjutnya ditemukan dampak kerugian sebesar Rp. 1.335.650 pada pembibitan dan ditemukan dapak kerugian pada proses penyulingan sebesar Rp. 476.350. Dampak kerugian terbesar terjadi pada proses pembibitan sebesar Rp. 1.335.650 dan dampak kerugian terkecil terjadi pada proses penyulingan sebesar Rp. 476.350.&#13;
&#13;
Kata Kunci : Koperasi Industri Nilam Aceh, Supply Chain Operation Reference 12.0, Value at Risk, Rantai Pasok, Risiko&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>SUPPLY MANAGEMENT</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>RISK MANAGEMENT</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>INDUSTRIAL ENGINEERING</topic>
 </subject>
 <classification>368</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>106092</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-10-25 11:23:04</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-03-31 09:23:27</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>