HUBUNGAN PEMENUHAN KEBUTUHAN PSIKOSOSIAL DENGAN KONSEP DIRI LANSIA DI UPTD PANTI SOSIAL MEULIGOE JROH NAGUNA BANDA ACEH TAHUN 2010 | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

HUBUNGAN PEMENUHAN KEBUTUHAN PSIKOSOSIAL DENGAN KONSEP DIRI LANSIA DI UPTD PANTI SOSIAL MEULIGOE JROH NAGUNA BANDA ACEH TAHUN 2010


Pengarang

Eka Novita - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0407101020009

Fakultas & Prodi

Fakultas Keperawatan / Ilmu Keperawatan (S1) / PDDIKTI : 14201

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Kedokteran., 2010

Bahasa

Indonesia

No Classification

613.043 8

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Masalah Psikososial utama lansia adalah pensiun, perubahan cara hidup, perubahan ekonomi, kesepian akibat pengasingan dari lingkungan sosial, rangkaian kehilangan dari teman teman dan family dan. hilangnya kekuatan dan ketegapan fisik. Oleh karena itu lansia butuh pemenuhan kebutuhan psikososial. Menurut Erikson, kebutuhan psikososial selama masa tua ini ditandai dengan tiga kebutuhan penting yaitu keintiman, generatif, dan integritas. Kemudian konsep diri sangat erat kaitannya dengan diri individu. Kehidupan yang sehat, baik fisik maupun psikologi tentu dipengaruhi oleh konsep diri yang baik dan stabil. Tujuan penelitian ini adalah Mengetahui apakah ada hubungan antara pemenuhan kebutuhan psikososial dengan konsep diri lansia di Panti Sosial Meuligoe Jroh Naguna Banda Aceh tahun 2010. Desain penelitian ini adalah deskriptif korelatif dengan jumlah sampel menurut rumus Slovin sebanyak 38 orang dan proporsional sampling untuk menentukan jumlah sampel pada setiap balee. Selanjutnya sampel dipilih dengan cara purposive sampling. Pengumpulan data tanggal 24 s/d 28 Mei 2010 dengan menggunakan
kuesioner. Analisa data dilakukan dengan analisa data univariat dan bivariat. Hasil
penelitian didapatkan bahwa; Responden memiliki konsep diri pada ketegori baik (65,8%). menerima kebutuhan keintiman pada kategori baik (68,4%). menerima kebutuhan generatif pada kategori baik (63,2%), menerima kebutuhan integrasi
pada kategori baik (65,8%). Secara umum pemenuhan kebutuhan psikososial pada kategori baik (55,3%). Hasil uji korelasi mengungkapkan bahwa ada hubungan
yang signifikan antara pemenuhan kebutuhan keintiman dengan konsep diri (P value
0,009). ada hubungan yang signifikan antara pemenuhan kebutuhan generatif dengan konsep diri (P value = 0,035), ada hubungan yang signifikan antara pemenuhan kebutuhan integrasi dengan konsep diri (P value = 0,028), ada hubungan yang signifikan antara pemenuhan kebutuhan piskososial dengan konsep diri pada
lansia (P value = 0,000). Dengan hasil ini peneliti menyarankan pembentukan sebuah
Tim yang terdiri dari Profesional dan Penjabat Struktural Panti untuk meningkatkan
pemenuhan kebutuhan psikososial dan konsep diri lansia.

Kata kunci : Konsep diri, kebutuhan psikososial, keintiman, generatif, dan integritas

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK