<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="106018">
 <titleInfo>
  <title>IDENTIFIKASI BAKSO BERFORMALIN PADA WARUNG MIE BAKSO KECAMATAN SYIAH KUALA KOTA BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Fariz Masyhuri</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran</publisher>
   <dateIssued>2012</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Akhir-akhir   ini penambahan   formalin  pada  bakso  sering  terjadi  di pasaran. Hal  ini  sangat  berbahaya   bagi  kesehatan   masyarakat   yang  pada  kenyataannya kurang    memiliki  pengetahuan     tentang    bakso    yang   aman    dan   baik    untuk dikonsumsi.    Apalagi   pemakaian    formalin pada   makanan   dapat   menyebabkan keracunan   pada tubuh  manusia.  Oleh karena  itu penulis  tertarik  untuk  melakukan penelitian   tentang  kadar  formalin  pada  bakso  yang  dijual  di daerah  Syiah  Kuala Kota    Banda    Aceh.   Penelitian    ini   dilakukan    dengan    menggunakan     metode deskriptif  dengan  tujuan  untuk  mengetahui  apakah  terdapat  bahan  kimia  formalin atau   tidak  pada  bakso   daging   yang  dijual   oleh   pedagang-pedagang    di  daerah tersebut.    Penelitian    dilakukan    dengan    mengambil     12  sampel    bakso    untuk kemudian    diuji   kadar   formalinnya.    Hasil   penelitian   menunjukkan    babwa   11 sampel   bakso   tidak   mengandung    formalin   dan   hanya   pada    I   sampel   yang mengandung     formalin    sebanyak.   0,10   mg/l.    Penulis   sangat    berharap    agar masyarakat   dapat  lebih  memperhatikan   jenis   makanan   yang  akan  di  konsumsi, agar terhindar  dari bahan-bahan   kimia berbahaya  seperti  formalin.&#13;
&#13;
Kunci  : Bakso, formalin,  Kecamatan  Syiah Kuala Kota Banda Aceh&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>106018</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-10-20 11:34:24</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-10-20 11:34:24</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>