<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="106016">
 <titleInfo>
  <title>HUBUNGAN KECERDASAN EMOSIONAL DENGAN PERILAKU DELINKUEN PADA REMAJA LAKI-LAKI DI SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 2 BANDA ACEH TAHUN 2013</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Ruzwar wahyudi</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran</publisher>
   <dateIssued></dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Pada  tahun  2011,  di  Indoncsia  tercatat  399  kasus  tawuran  yang  menewaskan  82 &#13;
orang. Kenakalan  remaja  (perilaku  delinkuen)  merupakan  perilaku  remaja yang&#13;
 melanggar hukum yang  apabila dilakukan oleh orang dewasa termasuk kategori kejahatan.  Kenakalan remaja  ini  terkait  pada kerampuan  remaja  dalam  mengelola emosi atau yang dikenal dengan kecerdasan emosional.  Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui  adanya hubungan antara  kecerdasan emosional  dengan perilaku delinkuen  pada remaja  laki-laki  di SMAN  2 Banda Aceh.  Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif korelatif,   menggunakan  teknik  probability sampling  dengan metode   random   sampling   dengan  jumlah   sampel    sebanyak   68   responden. Pengumpulan  data dilakukan  tanggal   13-14   Juni  2013.   Alat  pengumpulan data berupa kuesioner  dalam bentuk  skala  likert yang terdiri dari 46 pernyataan.  Analisa data dilakukan  dengan  uji  Chi-Square.  Hasil penelitian,  terdapat  hubungan  antara &#13;
kecerdasan  emosional  dengan  perilaku  delinkuen  pada  remaja laki-laki  (p-value&#13;
0,000),  mengenali  emosi  diri  (p-value  0,000),  mengelola  emosi (p-value  0,000),&#13;
memotivasi  diri (p-value 0,013),  mengenali emosi orang  lain  (p-value 0,000)  dan membina hubungan (p-value 0,000). Disarankan kepada  institusi pendidikan sekolah agar dapat  mengembangkan kemampuan    kecerdasan emosional  yang kurang  pada siswa agar dapat menjaga hubungun baik dan mengatasi kecenderungan terjadinya perilaku delinkuen  pada remaja serta  mengikutsertakan orangtua  dengan  membuat pertemuan secara berkala untuk merantau perkembangan remaja.&#13;
&#13;
&#13;
Kata kunci         : Kecerdasan  Emosional, Perilaku Delinkuen, Remaja, Laki-L.aki&#13;
&#13;
&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>DELINQUENT STUDENTS</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>ADOLESCENT BOYS - PSYCHOLOGY</topic>
 </subject>
 <classification>371.93</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>106016</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-10-20 11:18:27</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-10-20 11:46:04</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>