PENGELOMPOKAN STATUS RAWAN PANGAN PADA RUMAH TANGGA DI PROVINSI ACEH MENGGUNAKAN K-MODES CLUSTER | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PENGELOMPOKAN STATUS RAWAN PANGAN PADA RUMAH TANGGA DI PROVINSI ACEH MENGGUNAKAN K-MODES CLUSTER


Pengarang

Raudhatul Mahdani Yusuf - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Evi Ramadhani - 197309281998022001 - Dosen Pembimbing I
Nurhasanah - 197405192008012007 - Dosen Pembimbing II



Nomor Pokok Mahasiswa

1808108010007

Fakultas & Prodi

Fakultas MIPA / Statistika (S1) / PDDIKTI : 49201

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas MIPA (S1)., 2022

Bahasa

Indonesia

No Classification

519.53

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Rawan pangan adalah kondisi dimana masyarakat tidak dapat mengakses serta memenuhi kebutuhan pangannya hingga mengakibatkan turunnya kualitas hidup masyarakat. Rawan pangan merupakan salah satu permasalahan yang dialami oleh beberapa daerah di Indonesia termasuk Provinsi Aceh. Penanganan rawan pangan dapat dilakukan dengan mengetahui karakteristik dari rawan pangan itu sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengelompokkan status rawan pangan pada rumah tangga di Provinsi Aceh sehingga dapat diketahui karakteristiknya. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) di Provinsi Aceh pada bulan Maret 2020. Hasil analisa data menggunakan uji chi-square menunjukkan bahwa terdapat 27 variabel independen yang berpengaruh terhadap status rawan pangan. Variabel yang berpengaruh berdasarkan uji chi-square digunakan untuk mengelompokkan status rawan pangan pada rumah tangga di Provinsi Aceh menggunakan k-modes cluster. Hasil yang diperoleh adalah jumlah cluster optimum sebanyak 2 cluster dengan nilai rasio SW/SB=0,0056 dan R2=0,7143. Variabel yang memiliki modus berbeda dari kedua cluster adalah pendidikan tertinggi kepala rumah tangga, akses internet, jenis dinding tempat tinggal, sumber air minum, sanitasi layak, jumlah anggota rumah tangga yang merokok, dan jumlah anggota rumah tangga yang memiliki tabungan.

Food insecurity is a condition where people cannot access and meet their food needs, resulting in a decrease in the quality of life of the community. Food insecurity is one of the problems experienced by several regions in Indonesia, including Aceh Province. Handling food insecurity can be done by knowing the characteristics of food insecurity itself. This research aims to group the status of food insecurity in households in Aceh Province so that its characteristics can be known. The data used in this study is data from the National Socioeconomic Survey (Susenas) in Aceh Province in March 2020. The results of data analysis using the chi-square test found that there were 27 significant independent variables on the status of food insecurity. Significant variables based on the chi-square test were used to group food insecurity status in households in Aceh Province using k-modes clusters. The result obtained was the optimum number of clusters as many as 2 clusters with a SW/SB ratio=0,0056 and an R2=0,7143. The variables that have different modes of the two clusters are the head of household’s highest education, internet access, type of residential wall, source of drinking water, proper sanitation, the number of household members that smokes, and the number of household members who have savings.

Citation



    SERVICES DESK