HUBUNGAN SOSIO-BUDAYA LOKAL DAN SOSIO-DEMOGRAFI DENGAN PEMBERIAN AIR SUSU IBU EKSKLUSIF DI KECAMATAN DARUL IMARAH TAHUN 2010 | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

HUBUNGAN SOSIO-BUDAYA LOKAL DAN SOSIO-DEMOGRAFI DENGAN PEMBERIAN AIR SUSU IBU EKSKLUSIF DI KECAMATAN DARUL IMARAH TAHUN 2010


Pengarang

Ummi Rezkia - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0707101050073

Fakultas & Prodi

Fakultas Kedokteran / Pendidikan Dokter (S1) / PDDIKTI : 11201

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Kedokteran., 2011

Bahasa

Indonesia

No Classification

649.33

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Di negara berkembang lebih dari sepuluh juta balita meninggal per tahun,2/3 dari kematian tersebut terkait dengan masalah gizi yang sebenarnya dapat dihindarkan. Penelitian di 42 negara berkembang menunjukkan bahwa pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan merupakan intervensi kesehatan yang mempunyai dampak positif terbesar untuk menurunkan angka kematian balita, yaitu sebesar 13%. Perilaku pemberian air susu ibu eksklusif hingga usia enam bulan dapat menurunkan 30.000 kematian bayi di Indonesia setiap tahunnya. Pemberian air susu ibu dipengaruhi sosio-budaya yang meliputi tradisi, kepercayaan, dukungan keluarga, serta sosio-demografi yaitu pendidikan, pengetahuan dan sikap ibu. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan antara sosio-budaya lokal dan sosio-demografi dengan pemberian air susu ibu eksklusif di Kecamatan Darul Imarah. Jenis penelitian ini bersifat deskriptif-analitik dengan pendekatan cross-sectional dan pengumpulan sampel secara total sampling. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 13 November sampai 3 Desember 2010 di Kecamatan Darul Imarah terhadap 49 responden. Alat pengumpulan data berupa kuisioner yang dilakukan dengan teknik wawancara terpimpin. Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan usia bayi terbanyak pada usia 10-12 bulan (57,1%), jenis kelamin bayi terbanyak adalah perempuan (51,0%), pendidikan ibu tegolong tinggi (40,8%). Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara tradisi (x2 hasil: 8,686 > X2 tabel: 3,841), kepercayaan (x2 hasil: 12,712 > X2 tabel: 3,841), dukungan keluarga (X2 hasil: 5,966 > X2 tabel: 3,841), pegetahuan ibu X2 hasil: 8,720 > X2 tabel: 5,991), pendidikan ibu (X2 hasil: 18,5293> X tabel: 5,991), sikap ibu (X2 hasil:
7,303> X2 tabel: 3,841) dengan pemberian air susu ibu eksklusif.

Kata kunci : Air susu ibu (ASI) eksklusif, sosio-budaya, sosio-demografi


Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK