<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="105846">
 <titleInfo>
  <title>PENERAPAN SUPPORT VECTOR MACHINE (SVM) DALAM MEMPREDIKSI JALUR PENERBANGAN PESAWAT SAAT KEHILANGAN KONTAK DARI PANTAUAN RADAR AIR TRAFFIC CONTROL (ATC) (STUDI KASUS:</title>
  <subTitle>PESAWAT DL234)</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>PUTRI ANANDA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas MIPA Statistika</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
&#13;
Berdasarkan informasi histori penerbangan dari planefinder.net, sebuah pesawat yang sedang beroperasi dapat hilang dari pantauan radar ATC. Pesawat yang mengalami kecelakaan di lokasi yang hilang dari pantauan radar akan lebih sulit dilacak dan ditemukan, sehingga dibutuhkan mitigasi terhadap kemungkinan lokasi terjadinya kecelakaan untuk mempersempit ruang lingkup pencarian pesawat. Salah satu upaya mitigasi yang dapat dilakukan yaitu memprediksi jalur penerbangan yang mungkin dilalui pesawat di lokasi yang tidak terdeteksi dengan menggunakan metode SVM. Prediksi dilakukan dengan melacak 3 kondisi kemungkinan perubahan arah terbang pesawat pada waktu ke-t+1 relatif terhadap posisi sebelumnya yaitu jika berbelok ke kiri (kode 1), lurus (kode 2) atau berbelok ke kanan (kode 3) dengan menggunakan tiga variabel independent yaitu altitude (X_1), speed (X_2), dan distance (X_3) pada waktu ke-t, dimana lokasi awal keberangkatan dijadikan sebagai patokan. Ilustrasi penelitian ini menggunakan data pesawat Delta Airlines (DL234) yang terbang dari bandara John F Kennedy Internasional, Amerika Serikat ke bandara Ben Gurion, Israel. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk menerapkan metode SVM dan mengetahui tingkat akurasi yang dihasilkan metode SVM tersebut dalam upaya memprediksi jalur penerbangan pesawat DL234 yang mungkin dilalui pesawat saat kehilangan kontak dari pantauan radar ATC. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa metode SVM dengan kernel RBF adalah metode yang dapat diterapkan dalam upaya memprediksi jalur penerbangan pesawat di tiga lokasi saat pesawat DL234 hilang dari pantauan radar ATC dimana tingkat akurasi yang dihasilkan berkisar antara 99,2% hingga 99,6% dengan tuning parameter γ=1 dan C=4,8.&#13;
&#13;
Kata Kunci: Transportasi Udara, Upaya Mitigasi Kecelakaan, Radial Basis Function (RBF), Support Vector Machine (SVM).</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>VECTOR ANALYSIS</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>STATISTICAL METHODS</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>AIR TRANSPORTATION - SAFETY</topic>
 </subject>
 <classification>515.63</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>105846</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-10-10 11:12:58</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-10-11 10:21:05</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>