<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="105810">
 <titleInfo>
  <title>TINJAUAN KAPASITAS-PRODUKSI DAN UMUR WADUK PADA BENDUNGAN RUKOH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>AMBIYA RIZKILLAH</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik (S1)</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Kabupaten Pidie sering mengalami masalah ketersediaan air. Air tersedia sebagian besar berasal dari Sungai Krueng Baro Geunik dan Sungai Krueng Tiro. Keberadaan air dari sumber-sumber tersebut melimpah pada musim hujan dan menjadi sangat terbatas pada musim kemarau.  Oleh karena itu, perlu dilakukan penampungan kelebihan air untuk digunakan di saat kekurangan air, salah satunya yaitu melalui pembangunan bendungan Rukoh. DAS yang direncanakan sebagai daerah tampungan air waduk yaitu Sungai Krueng Rukoh dengan Sungai Krueng Tiro sebagai sumber pasokan airnya. Simpanan air pada bendungan Rukoh diharapkan dapat memenuhi kebutuhan air irigasi Baro Raya dan Tiro. Tujuan dari Tugas Akhir ini adalah melakukan tinjauan perencanaan kapasitas-produksi air waduk pada bendungan Rukoh berdasarkan kondisi topografi, data klimatologi, dan data curah hujan sehingga bendungan Rukoh diharapkan dapat mendukung kebutuhan irigasi, dan air bersih. Ruang lingkup penulisan mencakup perhitungan besarnya kapasitas-produksi waduk dan analisis sedimen serta umur waduk pada bendungan rukoh. Berdasarkan hasil perhitungan, untuk kebutuhan air irigasi didapat debit pengambilan terbesar adalah 3,372 m3/dt dan terkecil 0,258 m3/dt. Kebutuhan air bersih pada tahun 2072 (umur ekonomis waduk 50 tahun) untuk 23.302 jiwa penduduk Kecamatan Titeu adalah sebesar 0,032 m3/dt dan kebutuhan hilir didapat sebesar 0,236 m3/dt. Daya listrik yang dapat dihasilkan maksimum sebesar 4,311 MW. Berdasarkan aliran masuk dan keluar, dibuat suatu simulasi tampungan yang menghasilkan tampungan efektif waduk sebesar 124.421.786,792 m3. Erosi lahan yang terjadi pada lokasi tinjauan berdasarkan metode USLE modifikasi adalah 1.216.072,839 ton/tahun dengan sedimentasi sebesar 469.634,988 m3/tahun. Umur waduk diperkirakan 247,959 tahun akibat 80% tampungan dipenuhi sedimen.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>DAMS</topic>
 </subject>
 <classification>627.8</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>105810</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-10-06 12:26:43</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-10-13 10:49:10</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>