<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="105787">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS HEAD LOSS PADA SISTEM PERPIPAAN IRIGASI TETES (DRIP IRRIGATION) UNTUK PENYIRAMAN TANAMAN</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Nurul Fatayat</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik Mesin</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Indonesia merupakan negara yang mayoritas masyarakatnya bekerja sebagai petani. Seiring dengan perkembangan dan pertumbuhan masyarakat terdapat banyak cara untuk mengaliri air ke tanaman, sehingga penggunaan air lebih efisien. Efisiensi penggunaan air di lahan pertanian dapat dioptimalkan melalui penggunaan  nalis irigasi yang tepat. Sistem irigasi yang banyak digunakan adalah irigasi tetes yang memiliki nilai efisiensi 80-95 % dibandingkan dengan sistem irigasi lainnya. Untuk mencapai efisiensi yang diinginkan maka diperlukan suatu upaya yaitu dengan merangkai sistem perpipaan sedemikian rupa sehingga memudahkan untuk mengalirkan air ke lahan tanaman.Sistem perpipaan dapat mempermudah pendistribusian fluida untuk kebutuhan industri maupun untuk keperluan pertanian. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisa head loss yang terjadi pada sistem perpipaan. Metode pengukuran dalam penelitian ini adalah mengukur volume air, debit air , dan kecepatan aliran fluida, yang dihasilkan dari sistem perpipaan dengan menggunakan tekanan gravitasi. Pengukuran dilakukan selama satu bulan yaitu dari bulan Januari-Februari dan proses penyiraman dilakukan saat pagi dan sore hari. Pada saat pengujian, air yang dibutuhkan untuk sekali penyiraman yaitu 151,82 ℓ.  Hasil yang diperoleh dari  nalisa data untuk  head loss yang terjadi pada setiap pipa lateral dari sistem perpipaan itu berbeda-beda. Head loss terbesar terjadi pada pipa lateral e yaitu 8,146 m dan head loss terkecil terjdi pada pipa lateral a yaitu 5,375 m. Dari hasil pembahasan disimpulkan bahwa jarak antara pipa lateral  dengan letak reservoir sangat berpengaruh terhadap keluaran debit air dan head loss yang terjadi pada sistem perpipaan. Maka solusi yang diberikan untuk debit air keluaran sama yaitu dengan menambahkan ketinggian dari reservoir agar hasil yang didapatkan lebih efisien.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>IRRIGATION - ENGINEERING</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>PIPIES</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>HEAT LOSS ELECTRIC CIRCUITS</topic>
 </subject>
 <classification>621.319 21</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>105787</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-10-05 16:22:53</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-10-06 09:56:25</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>