GAMBARAN HARAPAN REMAJA SETELAH KEHILANGAN KELUARGA PASCA BENCANA TSUNAMI DI PANTI ASUHAN MUHAMMADIYAH-YOUTH OF THE STREETS SIBREH ACEH BESAR 2006 | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

GAMBARAN HARAPAN REMAJA SETELAH KEHILANGAN KELUARGA PASCA BENCANA TSUNAMI DI PANTI ASUHAN MUHAMMADIYAH-YOUTH OF THE STREETS SIBREH ACEH BESAR 2006


Pengarang

Helmi - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0071122458

Fakultas & Prodi

Fakultas Keperawatan / Ilmu Keperawatan (S1) / PDDIKTI : 14201

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Kedokteran., 2006

Bahasa

Indonesia

No Classification

616.890 083 5

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Masa remaja merupakan masa transisi dari masa kanak-kanak ke masa dewasa dan merupakan periode yang sulit dilalui oleh remaja. karena adanya peubahan fisik dan biologis serta perubahan tuntutan dari lingkungan sehingga diperlukan suatu proses penyesuaian diri. Salah satu akibat konflik atau bencana alam memungkinan sejumlah remaja akan terpisah dari keluarga dan membuat remaja hidup dalam keadaan berkekurangan untuk hidup sejahtera, sehingga mereka secara khusus kehilangan aspek bio-psikososial selain itu membuat remaja merasa cemas dan sedih. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Gambaran Harapan Remaja Terhadap Kehilangan Keluarga Pasca Bencana Tsunami di Panti Asuhan Muhammadiyah-Yot's Sibreh Aceh Besar. Penelitian ini bersifat diskriptif eksploratif yang berfokus pada harapan remaja terhadap kehilangan yang meliputi: kepercayaan diri, kemungkinan masa depan dan keyakinan spiritual. Jumlah sampel yang diteliti berjumlah 40 orang. Alat pengumpulan data menggunakan kuesioner dengan jumlah 30 pernyataan menggunalcan Skala Likert. Uji instrument yang dilakukan adalah uji validitas isi. Hasil penelitian didapat bahwa kepercayaan diri remaja terhadap kehilangan keluarga berada pada katagori sedang yaitu sebanyak 40 responden (100%). Kemungkinan masa depan remaja terhadap kehilangan keluarga berada pada katagori sedang yaitu sebanyak 33 responden (82,5%). Keyakinan spiritual remaja terhadap kehilangan keluarga berada pada katagori sedang yaitu sebanyak 33 responden (82,5%). Gambaran harapan remaja terhadap kehilangan keluarga berada pada katagori sedang yaitu sebanyak 33 orang (82,5%). Hal ini menjadi tanggung jawab perawat sebagai motivator untuk dapat meningkatkan kemampuan remaja dalam menghadapi kehilangan keluarga ke arah yang lebih baik lagi dengan cara memberikan pendidikan tentang kesehatan jiwa. Kerjasama antara masyarakat dan perawat tetap terus dipertahankan dalam upaya peningkatan kesehatan jiwa, terutama dalam masyarakat dalam setiap kegiatan peninggkatan kesehatan jiwa. Dalam penelitian ini penulis mengharapkan seluruh masyarakat pada panti asuhan muhammadiyah-yot's agar dapat membina hubungan kedekatan emosional yang positif terhadap remaja serta membina hubungan interpersonal yang bermanfaat terhadap orang-orang yang ada disekitar kita dengan baik.



Kata kunci : Harapan Remaja, kehilangan keluarga

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK