<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="105702">
 <titleInfo>
  <title>AN ANALYSIS OF MAXIM VIOLATIONS IN STAN &amp; OLLIE MOVIE</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Sri Dwi Hardianti</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan-Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Skripsi ini menyajikan pelanggaran maksim oleh Stan, Ollie, Lucille, Ida, Mr. Hal, &amp; Mr. Delfont dalam film Stan &amp; Ollie. Tujuan dari penelitian kualitatif ini adalah untuk menemukan dan menganalisis jenis maksim yang dilanggar dalam percakapan film Stan &amp; Ollie dan alasan pembicara melanggar maksim Grice. Penelitian ini menggunakan teori prinsip kooperatif oleh Grice (1975) dan Dornerus (2005) untuk memandu peneliti dalam menganalisis jenis maksim yang dilanggar dalam film Stan &amp; Ollie. Teori dari Christoffersen (2005) dalam Tupan &amp; Natalia (2008) juga digunakan untuk menganalisis alasan di balik pelanggaran. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa pelanggaran maksim tertinggi adalah maksim kualitas (60,4%), diikuti maksim tata cara (25%), kemudian maksim relevansi (10,4%), dan yang terkecil maksim kuantitas (4,2%). ). Selanjutnya, alasan dibalik tuturan tersebut adalah menyembunyikan kebenaran (14), menyelamatkan muka yang terjadi (1), merasa iri terhadap sesuatu (8), memuaskan mitra tutur (1), menyemangati mitra tutur (13), menghindari menyakiti mitra tutur. terjadi (2), membangun kepercayaan terjadi (3), dan meyakinkan pendengar terjadi (3). Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan agar masyarakat menggunakan prinsip kooperatif saat berbicara agar tidak melanggar maksim dan agar informasi tersampaikan dengan tepat.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>105702</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-09-30 11:31:49</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-09-30 11:41:20</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>