<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="105695">
 <titleInfo>
  <title>PERBANDINGAN MODEL REGRESI SPASIAL KLASIK DAN MODERN TERHADAP INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA (IPM) PULAU SUMATERA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Putri Paras Dilla</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Regresi spasial merupakan analisis statistika untuk memodelkan serta mengevaluasi hubungan antara variabel independen dan dependen dengan memperhatikan keterkaitan unsur lokasi. Model regresi spasial pendekatan area terbagi dua, yaitu model klasik dan modern. Model klasik terdiri dari SAR, SEM, dan SARMA, sedangkan model modern terdiri dari SDM dan SDEM. IPM merupakan indeks yang membahas mengenai penduduk pada suatu wilayah yang memiliki kesempatan memperoleh hasil pembangunan, baik berupa pendidikan, pendapatan dan kesehatan. Salah satu faktor yang memengaruhi pencapaian IPM adalah lokasi antar wilayah, sehingga analisis regresi spasial tepat digunakan pada data IPM. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pertumbuhan IPM Pulau Sumatera beserta sebaran kategorinya, memperoleh model regresi spasial pendekatan area terbaik antara model klasik dan modern serta mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh signifikan terhadap IPM di 154 kabupaten/kota Pulau Sumatera. Penelitian ini menggunakan 13 variabel independen untuk masing-masing tahun. Tahun 2019, terdapat 12 variabel independen terpilih dan tahun 2020 serta rataan tahun 2019-2020 terdapat 11 variabel independen terpilih. Data bersumber dari Badan Pusat Statistik. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa IPM Pulau Sumatera mengalami peningkatan dari tahun 2010-2020 dengan mayoritas sebaran masuk dalam kategori sedang. Model terbaik untuk IPM Pulau Sumatera tahun 2019, 2020 dan rataan tahun 2019-2020 adalah model regresi spasial klasik yaitu SEM. Variabel yang berpengaruh signifikan terhadap IPM Pulau Sumatera adalah persentase penduduk miskin (X1), indeks kedalaman kemiskinan (X2), kepadatan penduduk (X4), tingkat pengangguran terbuka (X6), jumlah angkatan kerja (X7), rata-rata lama sekolah (X8), jumlah desa yang memiliki fasilitas sekolah (X9), persentase rumah tangga yang memiliki akses terhadap sanitasi layak (X10), persentase penduduk yang mempunyai keluhan kesehatan (X11) dan jumlah perawat (X13).&#13;
&#13;
Kata Kunci: Regresi spasial, IPM, Pulau Sumatera, SEM</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>105695</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-09-30 10:10:02</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-09-30 10:23:45</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>