PEMETAAN KEBUN KOPI RAKYAT DAN POTENSI PENGEMBANGANNYARNDI KECAMATAN TANGSE, MANE, GEUMPANG KABUPATEN PIDIE | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PEMETAAN KEBUN KOPI RAKYAT DAN POTENSI PENGEMBANGANNYARNDI KECAMATAN TANGSE, MANE, GEUMPANG KABUPATEN PIDIE


Pengarang

Muhammad Isra - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Abubakar - 196210101988111001 - Dosen Pembimbing I
Helmi - 196512311992031039 - Dosen Pembimbing II
Muhammad Rusdi - 197704012006041001 - Penguji
Teuku Alvisyahrin - 196203301988111003 - Penguji



Nomor Pokok Mahasiswa

1505108010061

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Ilmu Tanah (S1) / PDDIKTI : 54294

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Pertanian., 2022

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Muhammad Isra. 1505108010061. Pemetaan Kebun Kopi Rakyat dan Potensi Pengembangannya di Tiga Kecamatan Kabupaten Pidie. Di bawah bimbingan Abubakar Karim sebagai pembimbing utama dan Helmi sebagai pembimbing anggota.
RINGKASAN
Kopi merupakan salah satu jenis tanaman perkebunan yang sudah lama dibudidayakan sebagai sumber penghasilan, sumber pendapatan dan devisa negara. Kopi sebagian besar berasal dari Afrika tropis dan sebagian kecil berasal dari Asia tropis . Tanaman Kopi pada saat ini telah menyebar ke seluruh daerah tropis di dunia. Indonesia kopi pada umumnya tumbuh baik pada ketinggian 700 meter di atas permukaan laut. Adapun kopi yang menjadi andalan Indonesia dan disukai oleh penikmat kopi adalah jenis kopi arabika dan robusta. Di Indonesia Provinsi Aceh merupakan daerah penghasil kopi terbesar ke tiga, dengan produksi pada tahun 2020 kopi sebesar 73.419 ton. Luas areal kopi 126.289 hektar, semuanya berupa perkebunan rakyat. Provinsi Aceh memiliki 23 kabupaten kota, dimana salah satunya adalah kawasan Kabupaten Pidie yang memiliki kawasan tanaman kopi varietas robusta. Tanaman kopi jenis robusta memiliki adaptasi yang lebih baik dibandingkan dengan kopi jenis arabika. Kopi jenis robusta dapat tumbuh di ketinggian yang lebih rendah dibandingkan dengan lokasi kopi arabika. Luas dan penyebaran kopi robusta lebih potensi pengembangan secara biofisik di Kecamatan Tangse, Mane dan Geumpang.
Penelitian ini menggunakan metode survei analisis deskriptif. Penelitian ini meliputi empat tahap, yaitu tahap persiapan, survei lapangan, pengolahan citra dan pemetaan potensi pengembangan kebun kopi. Analisis yang digunakan adalah analisis spasial. Data perkebunan kopi diperoleh dari interpretasi citra menggunakan teknologi klasifikasi visual on screen, dan potensi pengembangan perkebunan kopi berasal dari ovelay dengan kaidah union antara perkebunan kopi dan peta ketinggian, peta kemiringan, peta penggunaan lahan dan peta pola ruang Kabupaten Pidie.
Hasil interprtasi citra dengan teknik klasifikasi visual on screen didapatkan luasan kebun kopi di Kecamatan Tangse seluas 6581,87 ha dengan 145 hamparan, luasan kebun kopi di Kecamatan Mane sebesar 1704,97 ha dengan 81 hamparan dan luasan kebun kopi di Kecamatan Geumpang hanya seluas 1738,32 ha dengan 68 hamparan. Potensi lahan yang dapat dikembangakan kebun kopi di Kecamatan Tangse yaitu seluas 18.535,39 ha (23,56%) dan untuk lahan yang tidak dapat dikembangkan yaitu seluas 60.122,62 ha (76,44%), Kecamatan Mane lahan yang dapat dikembangkan kebun kopi seluas 7.076,49 ha (10,48%) sedangkan untuk Kecamatan Geumpang lahan yang dapat dikembangkan kebun kopi adalah 4.629,45 ha (7,05%). Dari ketiga kecamatan di Kabupaten Pidie yang memiliki sentra tanaman kopi, di Kecamatan Tangse memiliki kebun kopi terluas dan untuk potensi pengembangan kebun kopi ada di wiliayah Kecamatan Tangse.


Citation



    SERVICES DESK