<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="105637">
 <titleInfo>
  <title>DINAMIKA  MEMAAFKAN  PADA REMAJA SMA KORBAN  BULLYING DI BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Fauzah Marhamah</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran</publisher>
   <dateIssued></dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian   ini  bertujuan   untuk  mengkaji   dinamika   memaatkan  yang muncul  pasca  peristiwa  bullying  yang  dialami  remaja  korban  bullying  yang menjadi  salah satu solusi dalam mengurangi emosi negatif dalam diri dan dapat berubah menjadi emosi yang lebih positif sehingga korban dapat menjalani kehidupannnya  dengan perasaan  yang  lebih  tenang. Responden  dalam penelitian ini adalah dua  orang perempuan  dan satu orang  laki-laki  korban  bullying yang berusia  16-  I7 tahun,  Pendekalan penelitian  ini  menggunakan metode wawancara mendalam (in-depth   interview)   dan   observasi     untuk   mengetahui  dinamika memaafkan pada remaja korban bullying&#13;
Berdasarkan analisis data yang didapatkan, diketahui bahwa ketiga responden  mengalami  bullying  verbal,  fisik, sosial, dan cyber bullying.  Setelah mengalami  bullying,  muncul emosi-emosi  negatif dalam diri, seperti  kesedihan, rasa malu, sakit hati, dan kemarahan  Hal tersebut juga  memunculkan  perasaan benci dan dendam yang mendalam terhadap pelaku bullying sehingga ada keinginan  untuk membalas perbuatan pelaku bullying lebih  parah lagi dari yang responden alami.&#13;
Untuk dapat terlepas dari emosi negatif tersebut, responden mengawalinya dengan  mengungkapkan rasa  marah dan benci dalam diri yang muncul  akibat perbuatan  buruk dari pelaku bullying, namun atas dasar dukungan orang sekitar terutama orang tua yang  mengarahkan responden untuk melupakan pengalaman buruk yang pernah dialami  dan belajar untuk memperbaiki diri sendiri, membuat responden berpikir positif dan mencoba untuk memaafkan perbuatan buruk pelaku bullying.  Selain   konsep memaafkan  dari Mullet  dkk (2003).  kognitif korban bullying. Rentang waktu setelah mengalami bullying, keyakinan seseorang kepada Allah  SWT  (religiusitas)   juga  menjadi salah satu  faktor  pendukung  korban bullying memaafkan pelaku bullying&#13;
&#13;
Kata Kunci :  Memaafkan, Bullying&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>ADOLESCENT PSYCHOLOGY</topic>
 </subject>
 <classification>155.5</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>105637</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-09-28 10:06:22</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-10-13 10:16:40</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>