<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="105625">
 <titleInfo>
  <title>HUBUNGAN KADAR D-DIMER DENGAN KEJADIAN POST COVID NEUROLOGICAL SYNDROME (PCNS) PADA PASIEN COVID-19</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Rita Mulyana</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Gejala neurologis terkait dengan COVID-19 seperti kelelahan, gangguan penciuman, gangguan pengecapan, nyeri kepala, gangguan tidur, dan mialgia dapat bertahan lama setelah COVID-19, yang terjadi lebih dari tiga minggu sejak timbulnya gejala pertama dan lebih dari 12 minggu yang disebut Post Covid Neurological Syndrome (PCNS). Identifikasi dini kemungkinan prognosis sangat penting untuk diagnosis klinis dan pengobatan pasien, dapat terlihat pada perubahan dinamis dalam indeks fungsi pembekuan darah perifer, salah satunya kadar D-dimer. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kadar D- dimer dan PCNS pada pasien COVID-19 di Rumah Sakit Umum Dr. Zainoel Abidin Banda Aceh, dengan analisis bivariat menggunakan uji tabulasi silang Chi- Square dengan nilai signifikansi 0,05 atau tingkat kepercayaan 95%, dan dilanjutkan dengan uji korelatif Spearman. Besar sampel penelitian adalah 100 sampel, dari pasien COVID-19 yang pernah dirawat bulan Juli sd. September 2021, dilakukan wawancara menggunakan kuesioner setelah tiga sampai enam bulan rawatan. Hasil penelitian didapatkan hubungan yang signifikan antara kadar D-dimer terhadap kejadian PCNS (p = 0,025 dan p = 0,003) dengan kekuatan korelasi yang rendah (r = 0,225 dan r = 0,293) dan arah korelasi yang positif.&#13;
Kata kunci: COVID-19, Post Covid Neurological Syndrome, PCNS, kadar D- dimer</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>NERVOUS SYSTEM DISEASES - HUMANS - MEDICINE</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>DISEASES (COVID 19)</topic>
 </subject>
 <classification>616.8</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>105625</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-09-27 15:23:25</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-10-25 11:50:43</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>