<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="105617">
 <titleInfo>
  <title>HUBUNGAN KADAR D-DIMER DENGAN FUNGSI KOGNITIF PASIEN POST COVID-19 DI RSUDZA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Indriazel Syaputri Hutasuhut</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Latar Belakang: Gangguan kognitif merupakan salah satu gejala jangka panjang yang bertahan pada pasien COVID-19 setelah melewati fase akut yang dapat berdampak negatif pada fungsional individu. Gangguan kognitif pada post COVID- 19 banyak dihubungkan dengan keparahan pasien pada fase akut. Kadar D-dimer sering digunakan sebagai biomarker keparahan COVID-19 pada fase akut. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan kadar D-Dimer dengan fungsi kognitif pada pasien post COVID-19. Metode: Penelitian analitik observasional dengan menggunakan desain cross sectional di Rumah Sakit Umum Dr. Zainoel Abidin, dengan mengumpulkan data D-Dimer pasien COVID-19 rawat inap pada Agustus-Oktober 2021, kemudian dilakukan pemeriksaan fungsi kognitif menggunakan kuesioner Moca-Ina setelah &gt; 6 bulan melewati fase akut. Hasil: Responden pada penelitian ini dominan jenis kelamin perempuan dan kelompok usia 36-45 tahun. Hasil penelitian ini didapatkan lebih banyak responden dengan peningkatan kadar D- Dimer pada fase akut (74,1%), dan ditemukan fungsi kognitif yang terganggu lebih dominan (72,9%), serta terdapat hubungan yang kuat antara kadar D-dimer dengan fungsi kognitif pasien post COVID-19 (r = 0,849). Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan dan berkorelasi kuat antara kadar D-Dimer pada fase akut COVID- 19 dengan gangguan fungsi kognitif pada pasien post COVID-19.&#13;
Kata Kunci: D-Dimer, Fungsi Kognitif, Moca-Ina, Post COVID-19</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>NERVOUS SYSTEM DISEASES - HUMANS - MEDICINE</topic>
 </subject>
 <classification>616.8</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>105617</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-09-27 14:52:46</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-10-25 11:56:28</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>