<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="105616">
 <titleInfo>
  <title>IDENTIFIKASI AUTOKORELASI SPASIAL TERHADAP KASUS STUNTING PADA BALITA DI KOTA BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>RAHMATUN FITRAH</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Usia balita merupakan masa pertumbuhan dari anak. Apabila asupan makanan   balita tidak memenuhi kandungan zat-zat gizi yang dibutuhkan maka dapat mengakibatkan terjadinya stunting pada balita. Stunting pada balita dapat disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk juga faktor wilayah (spasial). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyebaran kasus stunting pada balita berdasarkan faktor-faktor penyebabnya secara deskriptif menggunakan peta tematik dan conditional map. Selanjutnya dilihat efek spasial terhadap kasus stunting pada balita menggunakan uji autokorelasi spasial secara global dan lokal. Data yang digunakan pada penelitian ini adalah data yang diperoleh dari penelitian yang dilakukan oleh tim Laboratorium Biostatistika Jurusan Statistika Universitas Syiah Kuala pada tahun 2021 yang melibatkan 347 balita yang tersebar di 8 Kecamatan di Kota Banda Aceh. Analisa data dilakukan dengan software ArcGIS, GeoDa dan Rstudio. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kasus stunting terbanyak terdapat di Kecamatan Syiah Kuala dan Ulee Kareng. Meskipun secara lokal terdapat autokorelasi spasial pada Kecamatan Syiah Kuala tetapi secara global antar kecamatan tersebut tidak terdapat autokorelasi. &#13;
&#13;
Kata Kunci : Stunting, Conditional Map, Autokorelasi Spasial&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>AUTOCORRELATION</topic>
 </subject>
 <classification>519.537</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>105616</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-09-27 14:49:03</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-10-12 10:39:29</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>