<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="105611">
 <titleInfo>
  <title>PENGALAMAN PROFESIONAL PEMBERI ASUHAN DALAM PENERAPAN INTERPROFESSIONAL COLLABORATION DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH DR. ZAINOEL ABIDIN BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>RITA ZAHARA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Keperawatan</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Interprofessional collaboration (IPC) dianggap penting untuk diterapkan oleh professional pemberi asuhan karena akan berdampak pada hasil asuhan yang optimal yang sering dilakukan di rawat inap. Oleh karena itu, kesamaan persepsi dari professional pemberi asuhan sangat dibutuhkan untuk mengimplementasikan penerapan interprofessional collaboration dirumah sakit. Namun demikian masih ditemukan hambatan yang menyebabkan keterbatasan dalam penerapan interprofessional colaboration. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengekplorasi pengalaman profesional pemberi asuhan dalam penerapan interprofessional collaboration di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin Banda Aceh. Jenis penelitian ini merupakan kualitatif dengan desain fenomenologi, mengumpulkan data menggunakan indepth interview pada lima participant di ruang rawat inap. Metode Collaizi digunakan untuk menganalisis data dan menghasilkan empat tema yaitu 1) Persepsi tentang  penerapan IPC sebagai asuhan terintegrasi, 2) Penerapan nilai,etik dan profesional dalam IPC, 3) Kolaborasi sebagai tanggung jawab antar PPA dan 4) Komunikasi dan kerja sama tim yang tidak optimal sebagai hambatan pelaksanaan IPC. Hasil penelitian ini memperlihatkan hambatan dalam penerapan interprofessional colaboration  perlu diperhatikan oleh manajer rumah sakit untuk dapat meningkatkan kerja tim yang kuat dan kompak sehingga dapat menghasilkan asuhan yang optimal. Direkomendasikan kepada manajer rumah sakit perlunya membuat kebijakan berupa standar prosedur operasional (SPO) tentang interprofessional collaboration, adanya clinical pathway yang terintegrasi sehingga dapat memudahkan professional pemberi asuhan dalam menerapkan asuhan kepada pasien secara berkesinambungan.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>HEALTH SERVICES</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>NURSING CARE PLANS</topic>
 </subject>
 <classification>610.73</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>105611</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-09-27 12:20:15</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-03-31 11:32:25</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>