<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="105596">
 <titleInfo>
  <title>HUBUNGAN ANTARA STATUS GIZI USIA 6 BULANRNDENGAN PERKEMBANGAN  ANAK USIA 2-3 TAHUN DI PAUD KOTA BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Elda Maharani</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran</publisher>
   <dateIssued></dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Latar Belakang.  Upaya peningkatan  dan perbaikan status gizi  harus dilakukan sedini mungkin untuk meningkatkan sumber daya manusia yang berkualitas, yaitu sejak  manusia  tersebut   dalam  kandungan.  Masa  anak di  bawah  tiga  tahun merupakan  periode  penting  dalam tumbuh  kembang  anak  karena  pertumbuhan dasar yang berlangsung pada masa batita akan mempengaruhi  dan menentukan perkembangan anak selanjutnya. Sehingga diperlukannya zat gizi agar proses pertumbuhan dan perkembangan berjalan dengan baik.&#13;
Tujuan.  Untuk mengetahui  hubungan  antara  status  gizi  usia  6  bulan  dengan perkembangan anak usia 2-3 tahun.&#13;
Metode.  Analitik  observasional  dengan  desain  cross sectional  dengan  sampel berjumlah 54 anak di paud kota Banda Aceh pada bulan Desember 2012 sampai dengan Februari 2013. Perkembangan anak di ukur menggunakan Denver Development   Screening   Test   (DDST)   dan   dikategorikan   menjadi   normal, abnormal, meragukan dan tidak dapat di tes. Status gizi 6 bulan dilihat dari Kartu Menuju Sehat (KMS) anak yang tercantum berat badan menurut umur dan dikategorikan  menjadi gizi  baik,  gizi kurang, gizi  lebih dan gizi buruk. Analisis menggunakan Chi-Square.&#13;
Hasil. Dari 54 subjek penelitian, didapatkan perkembangan  anak normal 66,7%, abnormal  13,0% dan meragukan 20,4%. Hasil uji Chi-Square didapatkan adanya hubungan  antara  status gizi usia 6 bulan dengan  perkembangan  anak usia 2-3 tahun dengan pvalue 0,007 (a</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>105596</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-09-27 10:16:20</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-09-27 10:17:39</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>