<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="105568">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS KINERJA MATA BOR PROSES PENGEBORAN FORMASI INTERBEDDED PADA BLOK CEPU</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>GLENARDY PASHA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik - Teknik Mesin</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Pada proses pengeboran sumur X pada Blok Cepu terdapat 3 bagian pengeboran dengan ukuran PDC drill bit yang berbeda yaitu 17 ½”, 12 ¼”, dan 8 ½”, pada bagian proses pengeboran ukuran 12 ¼” mengalami pengeboran dengan tingkat kekerasan formasi tanah yang paling keras, dalam proses pengeboran sangat penting menjaga parameter pengeboran dikarenakan hal ini dapat menghindari terjadinya stuck, bit bowling, drill bit dull, dan loss pressure. Pada bagian proses pengeboran 8 ½” pada sumur X terdapat indikasi bahwa akan terjadi stuck namun hal ini dapat dihindari dikarenakan pengambilan keputusan yang tepat oleh seorang driller, penggunaan parameter pengeboran yang tepat dapat mengurangi terjadinya keausan mata bor. Dari indikasi tersebut, maka akan dianalisis kinerja mata bor yang telah digunakan pada sumur X. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja mata bor (PDC Drill Bit) dengan menggunakan metode Mechanical Specific Energy (MSE), Dull Grading, dan berdasarkan data parameter pengeboran sumur X pada Blok Cepu. Proses penilaian tingkat keausan dan kondisi fisik mata bor pasca proses pengeboran pada sumur X dilakukan dull grading yang akan dijadikan bahan evaluasi kinerja dari mata bor, menggunakan IADC Dull Grading for PDC Drill Bits SPE/IADC 23939 sebagai (Guide), penganalisisan ini merupakan studi kasus yang terjadi pada proses pengeboran sumur X pada Blok Cepu. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pemilihan mata bor yang dilakukan untuk proses pengeboran sumur X adalah tepat yang dapat dilihat dari hasil grafik Mechanical Specific Energi (MSE) yang awalnya rendah kemudian naik dan turun dimana hal ini mengindikasikan bahwa mata bor yang digunakan sudah ekonomis dan efisien.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>105568</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-09-26 15:21:06</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-09-27 09:50:54</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>