<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="105512">
 <titleInfo>
  <title>KEANEKARAGAMAN TUMBUHAN BERPOTENSI INVASIF DI KAWASAN EKOWISATA LAWE GURAH TAMAN NASIONAL GUNUNG LEUSER KABUPATEN ACEH TENGGARA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>RAYANI</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian - Kehutanan</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Tumbuhan berpotensi  invasif merupakan tumbuhan asing yang berkembang dan menyebar di luar habitat alaminya. Tumbuhan ini merupakan didatangkan dari wilayah dan mampu mengintroduksi pada habitat introduksi tersebut dan menjadi berpotensi menjadi ancaman pada kawasan ekosistem introduksi tumbuhan tersebut. Imperata cylindrica, Lantana camara, Acacia nilotica, dan Clidemia hirta merupakan beberapa spesies yang mengintroduksi ke dalam ekosistem di Indonesia dan menyebabkan kerugian, kerusakan pada lingkungan di lokasi yang diintroduksikan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui spesies tumbuhan berpotensi invasif yang terdapat di Kawasan Ekowisata Lawe Gurah Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) Kabupaten Aceh Tenggara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Stratified random sampling. Hasil penelitian menemukan 59 spesies dari 30 suku (family) tumbuhan berpotensi invasif di Kawasan Ekowisata Lawe Gurah. Tumbuhan berpotensi invasif tersebut ini terdiri dari  41 strata semai/tumbuhan bawah, 10 spesies pancang, 3 spesies tiang dan 5 spesies pohon. Tumbuhan berpotensi invasif tersebut memiliki nilai indeks penting (INP) yang berbeda pada strata Ageratum conyzoides merupakan tumbuhan semai/tumbuhan bawah dengan INP tertinggi yaitu 19,94%, Piper aduncum merupakan spesies  dengan INP tertinggi pada strata pancang yaitu 100,87%, Hibiscus macrophyllus adalah spesies dengan INP tertinggi dari strata tiang yaitu 166,62%, Hibiscus macrophyllus adalah spesies dengan INP tertinggi pada strata pohon yaitu 108,62. Untuk indeks keanekaragaman tumbuhan berpotensi invasif di Kawasan Ekowisata Lawe Gurah adalah semai/tumbuhan bawah 3,08, pancang 1,45, tiang 0,98 dan pohon 1,13. Tumbuhan strata semai/tumbuhan bawah merupakan kelompok yang memiliki tumbuhan berpotensi invasif dengan keanekaragaman tertinggi di Kawasan Ekowisata Lawe Gurah.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification></classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>105512</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-09-23 22:44:06</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-10-06 11:10:30</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>