<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="105491">
 <titleInfo>
  <title>ARSITEKTUR DAN KOMPOSISI PENYUSUN SARANG ORANGUTAN SUMATERA (PONGO ABELII) DI STASIUN REINTRODUKSI ORANGUTAN JANTHO KABUPATEN ACEH BESAR</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Irmayuni</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas MIPA Magister Biologi</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Penelitian Mengenai Arsitektur dan Komposisi Penyusun Sarang Orangutan Sumatera (Pongo abelii) Di Stasiun Reintroduksi Orangutan Jantho telah dilakukan. Hasil penelitian menemukan preferensi pohon sarang orangutan adalah Macaranga semiglobosa dengan temuan sebanyak 17 sarang. Kelas sarang terbanyak yang ditemukan adalah 1 dan posisi sarang yang paling sering ditemukan adalah 2. Pohon sarang tertinggi adalah 32 meter dan terendah adalah 15 meter. Sarang dengan posisi 1 pada ketinggian 25 meter ditemukan pada pohon Ficus sp. di ketinggian 30 meter, sedangkan temuan sarang terendah dijumpai pada pohon Aglaia korthalsi, Macaranga semiglobosa, Aporosa sp. dan Mallotus philipensis dengan  ketinggian sarang 5 meter. Temuan Pohon sarang tertinggi adalah Mallotus philipensis dengan ketinggian 32 meter dan sarang 20 meter. Selain ditemukan variasi tinggi pohon dan sarang yang berbeda, hasil pengamatan juga menjumpai sarang yang memiliki ketinggian sama dengan pohon yang dijumpai setinggi 25 meter pada pohon rambung dengan ketinggian yang sama.  Sarang yang paling banyak dijumpai berada pada ketinggian 10 meter. Pengukuran nilai analisa vegetasi menunjukkan nilai INP tertinggi untuk strata semai adalah tumbuhan Diospyros wallichii sebesar 7,49% dan terendah adalah Cryptocarya sp. sebesar 1,07%, Srata pancang INP tertinggi Diospyros wallichii sebesar 13,17% dan Sandoricum koetjape terendah 0,82%. Diospyros wallichii menempati INP tertinggi untuk strata pohon dengan persentasi sebesar 11,09% dan terendah adalah Sonneratia Sp. 0,44%. Kepadatan populasi orangutan pada ketiga transek dari terendah adalah IS dengan jumlah kepadatan 1,652 individu/km, transek RI 2,518 dan tertingi FB dengan 2,968 individu/km dengan berbagai bentuk sarang diantaranya bulat tunggal, oval datar, bertingkat dan melebar tidak beraturan dengan komponen utama berasal dari pohon sarang.&#13;
Kata Kunci: Sarang Orangutan, Arsitektur, Macaranga semiglobosa&#13;
&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>ORANGUTAN</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>PONGO</topic>
 </subject>
 <classification>599.883</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>105491</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-09-23 16:11:40</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-04-06 10:40:08</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>