ANALISIS FRAMING ISU KEKERASAN PEREMPUANRNDALAM PEMBERITAAN DI MEDIA CETAK PROHABA | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

ANALISIS FRAMING ISU KEKERASAN PEREMPUANRNDALAM PEMBERITAAN DI MEDIA CETAK PROHABA


Pengarang

ZHAFIRA ALYA MIFTACH - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Hamdani M. Syam - 197808162008011012 - Dosen Pembimbing I
Nur Anisah - 197801192009122003 - Dosen Pembimbing II



Nomor Pokok Mahasiswa

1710102010036

Fakultas & Prodi

Fakultas Ilmu Sosial dan Politik / Ilmu Komunikasi(S1) / PDDIKTI : 70201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas FISIPOL., 2022

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Penelitian ini berjudul “Analisis Framing Isu Kekerasan Perempuan Dalam
Pemberitaan Di Media Cetak Prohaba”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
pembingkaian berita isu kekerasan perempuan di media cetak ProHaba dalam
rentang waktu Maret hingga November 2021. Penelitian ini menggunakan metode
kualitatif deskriptif dengan analisis framing Robert N. Entman yang mengemukan
perangkat framing dengan empat elemen yaitu define problems, diagnose cause,
make moral judgement, dan treatment recommedendation. Teknik pengumpulan
data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan mengumpulkan berita
mengenai isu kekerasan perempuan yang dimuat dalam media cetak koran
ProHaba. Fokus dalam penelitian ini adalah pemberitaan pada media cetak
ProHaba dalam rentang waktu Maret 2021 hingga November 2021. Penelitian ini
menggunakan teori Hirarki Pengaruh Media, dimana dalam teori ini dijelaskan
pengaruh terhadap isi dari dari suatu pemberitaan media oleh pengaruh internal
dan eksternal dan perangkat analisis framing yang menjelaskan bagaimana
perspektif atau pandangan yang digunakan oleh wartawan dalam menyeleksi isu
dan menulis berita. Hasil penelitian menggunakan framing model Robert N.
Entman yang menggambarkan pembingkaian berita Isu Kekerasan Perempuan
oleh media cetak ProHaba yang belum mengedepankan objektivitas seperti
seringkali masih menyudutkan perempuan dalam pemberitaanya dan tidak sesuai
dengan kode etik jurnalistik Indonesia. Berdasakan hasil penelitian, peneliti
menilai bahwa perempuan sebagai korban dalam pemberitaan kasus kekerasan
perempuan seringkali kembali menjadi korban kedua kalinya dikarenakan
pembingkaian yang dilakukan oleh media kepada korban sehingga menimbulkan
stigma negatif yang beredar di khalayak masyarakat.

This research entitled "Analysis of Framing Issues of Violence Against Women in ProHaba". This study aims to determine the framing of news on women's violence issues in ProHaba from March to November 2021. This research uses descriptive qualitative method with framing analysis by Robert N. Entman who found a framing device with four elements, namely define problems, diagnose causes, make moral evaluation, and treatment recommendation. The data collection technique used in this study is collecting news about women's violence issues contained in the print media of ProHaba newspaper. The focus in this study is on print media of ProHaba on March 2021 to November 2021 timeframe. This research uses the theory of Media Influence Hierarchy, in which this theory explains the effect on the content of a media coverage by internal and external influences and framing analysis tools that explain how the perspective or views used by journalists in selecting issues and writing news. The results of the study used Robert N. 's framing model. Entman who describes the framing of the news of Violence Against Women Issue by ProHaba that has not prioritized objectivity for example the journalist often cornering woman and is not in accordance with the Indonesian journalistic code of ethics. Based on the results of the study, the researcher assessed that women as victims in the reporting of cases of violence against women, often return to being victims for the second time due to the framing carried out by the media to the victims so as to cause negative stigma circulating in the public audience.

Citation



    SERVICES DESK