<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="105466">
 <titleInfo>
  <title>PERBANDINGAN RELOKASI GEMPA BUMI PADA LAPANGAN PANAS BUMI WAYANG WINDU JAWA BARAT MENGGUNAKAN METODE COUPLED VELOCITY-HYPOCENTER DAN METODE DOUBLE-DIFFERENCE</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Firja Herinaldi</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas mipa</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Lapangan Panas Bumi Wayang Windu memiliki aktivitas seismik yang cukup aktif, yang diakibatkan oleh aktivitas eksploitasi panas bumi. Karakteristik gempa bumi di Lapangan Panas Bumi Wayang Windu masih menjadi pembahasan yang sangat menarik untuk dikaji terkait kondisi tektoniknya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis data gempa bumi sehingga lokasinya menjadi lebih akurat (atau disebut relokasi) menggunakan metode Coupled Velocity-Hypocenter dan metode Double-Difference kemudian membandingkan hasil relokasi akhir dari kedua metode tersebut. Penelitian ini menggunakan data seismik yang direkam oleh 38 stasiun yang tersebar di area Lapangan Panas Bumi Wayang Windu dengan rentang waktu dari tahun 2014 – 2015. Data tersebut berisi informasi tentang arrival time, origin time, latitude, longitude, depth dan nilai RMS. Gempa bumi yang diperoleh sebanyak 653 kejadian digunakan untuk menentukan lokasi awal gempa bumi. Relokasi menggunakan metode Coupled Velocity-Hypocenter dilakukan untuk menentukan model kecepatan 1-D dan mendapatkan hasil relokasi yang lebih akurat. Proses relokasi metode Coupled Velocity-Hypocenter menghasilkan 613 hypocenter gempa bumi dengan gap angle ≤ 220°, kedalaman 0 – 20 km dan nilai RMS terbaik 0,4221s. Dari 613 hypocenter gempa bumi dilakukan proses relokasi gempa bumi dengan menggunakan metode Double-Difference. Hasil dari relokasi menggunakan metode ini adalah 280 hypocenter gempa bumi dengan gap angle ≤ 220°, kedalaman 0 – 20 km dan nilai RMS rata-rata 0,3s – 0,4s. Sebaran gempa bumi mengalami perubahan setelah direlokasi dengan menggunakan kedua metode tersebut, dimana perubahan tersebut membentuk liniasi gempa bumi yang lebih akurat dan jelas. Berdasarkan hasil interpretasi menunjukkan bahwa gempa bumi yang terjadi diakibatkan oleh aktivitas panas bumi sesuai distribusi sumur injeksi. Proyeksi sesar yang terbentuk mengarah ke arah Barat Daya – Timur Laut dan Tenggara – Barat Laut.&#13;
&#13;
Kata Kunci:  Relokasi gempa bumi, Metode Coupled Velocity Hypocenter, Metode Double-Difference, Lapangan Panas Bumi Wayang Windu</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>105466</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-09-23 11:58:34</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-09-23 14:35:31</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>