HUBUNGAN PERUBAHAN FUNGSI FISIK TERHADAP PEMENUHAN ASUPAN NUTRISI DI DESA BABAH JURONG KECAMATAN KUTA BARO KABUPATEN ACEH BESAR TAHUN 2007 | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

HUBUNGAN PERUBAHAN FUNGSI FISIK TERHADAP PEMENUHAN ASUPAN NUTRISI DI DESA BABAH JURONG KECAMATAN KUTA BARO KABUPATEN ACEH BESAR TAHUN 2007


Pengarang

Sarah Ainun - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0271120107

Fakultas & Prodi

Fakultas Keperawatan / Ilmu Keperawatan (S1) / PDDIKTI : 14201

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Kedokteran., 2007

Bahasa

Indonesia

No Classification

613.2

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Proses menua dapat terlihat secara fisik dengan perubahan yang terjadi pada tubuh dan berbagai organ serta penurunan fungsi tubuh serta organ tersebut. Perubahan secara biologis ini dapat mempengaruhi status gizi pada masa tua. Penyebab gangguan pemenuhan asupan nutrisi pada lanjut usia adalah penurunan indera penciuman, penurunan indera pengecap, gigi yang tidak lengkap, susah buang air besar (Nugroho, 2000), kemampuan motorik yang menurun (Depkes, 2003). Penelitian ini untuk melihat hubungan antara Perubahan Fungsi Fisik Terhadap Pemenuhan Asupan Nutrisi Lansia di Desa Babah Jurong Kecamatan Kuta Baro Kabupaten Aceh Besar. Desain penelitian ini adalah Deskriptif Korelatif dengan pendekatan Cross Sectional Study. Sampel berjumlah 59 orang yang diambil dengan menggunakan metode total sampel. Pengumpulan data dilakukan pad a tanggal 28 September sampai dengan 3 Oktober 2007. Alat pengumpulan data dengan menggunakan lembaran kuesioner yang telah di uji isinya dengan uji konstruk. Analisa data diolah secara manual rnenggunakan uji chi-square. Berdasarkan hasil penelitian terhadap variabel independen yaitu perubahan fungsi fisik lansia diperoleh hasil penurunan indera penciuman pada kategori tidak ada penurunan sebanyak 36 orang (61,10%), penurunan indera pengecap pada kategori ada penurunan sebanyak 35 orang (59,3%), gigi yang tidak lengkap pada kategori tidak lengkap sebanyak 51 orang (86,4%). susah buang air besar pada kategori susah buang air besar sebanyak
41 orang (69,49%), kemampuan motorik yang menurun pada kategori menurun sebanyak 54 orang (91,6%). Gambaran variabel dependen pemenuhan asupan nurtisi lansia pada kategori terpenuhi sebanyak 35 orang (59,3%). Dari pengolahan data maka kesimpulan penelitian diperoleh hasil bahwa tidak ada hubungan yang bermakna antara penurunan indera penciuman, gigi yang tidak lengkap dan kemampuan motorik yang menurun terhadap pemenuhan asupan nutrisi. Serta ada hubungan yang bermakna antara penurunan indera pengecap dan susah buang air besar terhadap pemenuhan asupan nutrisi lansia di Desa Babah Jurong Kecamatan Kuta Baro Kabupaten Aceh Besar tahun 2007. Peneliti mengharapkan kepada perawat agar memberikan informasi selengkapnya kepada keluarga lansia tentang pemenuhan asupan nutrisi. Peneliti juga menyarankan untuk peneliti selanjutnya mengkaji sektor lain yang mempengaruhi pemenuhan asupan nutrisi.


Kata Kunci : perubahan fungsi fisik, pemenuhan asupan nutrisi

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK