<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="105453">
 <titleInfo>
  <title>KOMUNIKASI INTERPERSONAL DALAM MENANGANI TERJADINYA PERILAKU TOXIC RELATIONSHIP (STUDI PADA REMAJA MEDAN)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>SUNDUS AFRA MUNA KHAIRUNNISA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas FISIPOL</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana faktor pendukung komunikasi interpersonal yang terjadi dalam menangani perilaku toxic relationship dalam hubungan pacaran pada remaja. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan subjek penelitian remaja dalam rentang usia 18 hingga 24 tahun yang pernah mengalami toxic relationship dan bertempat tinggal di kota Medan. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan metode wawancara mendalam dengan teknik analisis data dalam tiga langkah yaitu tahap reduksi data, tahap penyajian, dan tahap kesimpulan dan verifikasi. Penelitian ini menggunakan teori Disonansi Kognitif, dimana dalam teori ini dijelaskan perasaan yang dimiliki orang ketika mereka menemukan diri mereka sendiri melakukan sesuatu yang tidak sesuai dengan apa yang mereka ketahui, atau mempunyai pendapat yang tidak sesuai dengan pendapat lain yang mereka pegang. Teori ini menyatakan bahwa agar dapat menjadi persuasif, strategi-strategi komunikasi harus berfokus pada inkonsistensi atau keseimbangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi interpersonal mampu menyelesaikan konflik dalam toxic relationship, namun hal ini tidak selalu berjalan lancar.  Berdasakan hasil penelitian, terdapat ciri komunikasi interpersonal yang efektif yang dilakukan oleh informan dengan orang terdekatnya yaitu keterbukaan, empati, sikap mendukung, sikap positif dan kesetaraan, sehingga membantu informan dalam menangani toxic relationship. Informan memiliki pemikiran bahwa kekerasan didalam hubungan bukanlah masalah, namun ia tetap memiliki perasaan tidak nyaman pada hubungannya yang terdapat kekerasan didalamnya sehingga membentuk disonansi kognitif dan mendorong terjadinya perubahan. Hasil penelitian ini juga menemukan bahwa informan telah mencoba berkomunikasi dengan kekasihnya untuk mengurangi disonansi dan juga untuk memperbaiki hubungan mereka yang toxic, tetapi pada nyatanya komunikasi yang keduanya lakukan tidak berhasil dan tidak menunjukkan perubahan yang signifikan.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>INTERPERSONAL COMMUNICATION - PSYCHOLOGY</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>INTERPERSONAL RELATION</topic>
 </subject>
 <classification>302</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>105453</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-09-23 11:17:53</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-09-27 10:36:39</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>