Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
DISSERTATION
EFEK ANTIDEPRESAN (ANTIDEPRESSANT- LIKE EFFECT) PATCHOULI ALCOHOL DARI POGOSTEMON CABLIN BENTH TERHADAP TIKUS (RATTUS NORVEGICUS) DEPRESI DENGAN METODE TAIL SUSPENSION TEST
Pengarang
Puji Astuti - Personal Name;
Dosen Pembimbing
19541222 198103 2 002 - - - Dosen Pembimbing I
19750622 200501 1 001 - - - Dosen Pembimbing I
Dr. rer. med. Marthoenis, M.Sc., MPH - - - Dosen Pembimbing I
Nomor Pokok Mahasiswa
1909300070015
Fakultas & Prodi
Fakultas Pasca Sarjana / Doktor Matematika dan Aplikasi Sains (S3) / PDDIKTI : 44001
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Program Pasca Sarjana Universitas Syiah Kuala., 2022
Bahasa
Indonesia
No Classification
615.78
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Nilam (Pogostemon cablin Benth) merupakan salah satu jenis tanaman atsiri yang kaya akan manfaat, termasuk bermanfaat sebagai obat herbal untuk mengobati berbagai macam penyakit. Penelitian sebelumnya membuktikan bahwa minyak nilam (patchouli oil) dapat mengurangi gejala depresi pada tikus. Penelitian ini dirancang untuk menguji konsentrasi patchouli alcohol (pada aromaterapi nilam) yang paling efektif menurunkan gejala depresi pada tikus pasca induksi depresi dengan metode tail suspension test (TST).
Paparan stresor diberikan berturut-turut sehari sekali selama 14 hari dengan menggunakan metode TST. Setelah selesai dengan perlakuan TST, selanjutnya tikus coba diberikan obat kalxetin (20 mg) sebagai kontrol positif dan beberapa kelompok tikus lainnya diberikan aromaterapi nilam dengan beberapa variasi konsentrasi patchouli alcohol. TST dilakukan guna mengevaluasi aktivitas perilaku tikus (behavior). Kadar hormon kortisol dalam plasma darah serta kadar hormon serotonin dan dopamin pada jaringan otak tikus dianalisis dengan menggunakan enzyme-linked immunosorbent assay (ELISA).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa induksi depresi menggunakan metode TST menyebabkan peningkatan frekuensi immobility time tikus serta mengakibatkan peningkatan kadar hormon kortisol dalam darah tikus. Aromaterapi nilam dengan konsentrasi patchouli alcohol 60.66% mempunyai efek seperti antidepresan (antidepressant-like effect) karena secara signifikan mampu menurunkan frekuensi immobility time pada saat uji TST. Pemberian aromaterapi minyak nilam dengan kandungan patchouli alcohol 60.66% lebih efektif meningkatkan kadar hormon dopamin dalam otak tikus dibandingkan dengan kalxetin, sedangkan aromaterapi kristal nilam (dengan konsentrasi patchouli alcohol 100%) lebih efektif meningkatkan kadar hormon serotonin dalam otak tikus jika dibandingkan dengan kalxetin. Peningkatan kadar hormon serotonin dan dopamin tersebut merupakan suatu indikasi adanya efek penurunan depresi (antidepressant-like effect) pada tikus.
Secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa minyak nilam (patchouli oil) dengan konsentrasi patchouli alcohol di atas 60% mempunyai efek seperti antidepresan (antidepressant-like effect). Studi lebih lanjut diperlukan untuk meneliti sinergisitas senyawa ledol dan trans-geraniol dalam minyak nilam terhadap aktivitas seperti antidepresan. Penelitian ini memiliki keterbatasan, dimana tidak dilakukannya pemeriksaan histopatologi terhadap organ hati, ginjal, serta paru tikus.
Kata kunci: Antidepressan, Minyak nilam, Patchouli alcohol, Pogostemon
cablin Benth
Nilam (Pogostemon cablin Benth) merupakan salah satu jenis tanaman atsiri yang kaya akan manfaat, termasuk bermanfaat sebagai obat herbal untuk mengobati berbagai macam penyakit. Penelitian sebelumnya membuktikan bahwa minyak nilam (patchouli oil) dapat mengurangi gejala depresi pada tikus. Penelitian ini dirancang untuk menguji konsentrasi patchouli alcohol (pada aromaterapi nilam) yang paling efektif menurunkan gejala depresi pada tikus pasca induksi depresi dengan metode tail suspension test (TST). Paparan stresor diberikan berturut-turut sehari sekali selama 14 hari dengan menggunakan metode TST. Setelah selesai dengan perlakuan TST, selanjutnya tikus coba diberikan obat kalxetin (20 mg) sebagai kontrol positif dan beberapa kelompok tikus lainnya diberikan aromaterapi nilam dengan beberapa variasi konsentrasi patchouli alcohol. TST dilakukan guna mengevaluasi aktivitas perilaku tikus (behavior). Kadar hormon kortisol dalam plasma darah serta kadar hormon serotonin dan dopamin pada jaringan otak tikus dianalisis dengan menggunakan enzyme-linked immunosorbent assay (ELISA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa induksi depresi menggunakan metode TST menyebabkan peningkatan frekuensi immobility time tikus serta mengakibatkan peningkatan kadar hormon kortisol dalam darah tikus. Aromaterapi nilam dengan konsentrasi patchouli alcohol 60.66% mempunyai efek seperti antidepresan (antidepressant-like effect) karena secara signifikan mampu menurunkan frekuensi immobility time pada saat uji TST. Pemberian aromaterapi minyak nilam dengan kandungan patchouli alcohol 60.66% lebih efektif meningkatkan kadar hormon dopamin dalam otak tikus dibandingkan dengan kalxetin, sedangkan aromaterapi kristal nilam (dengan konsentrasi patchouli alcohol 100%) lebih efektif meningkatkan kadar hormon serotonin dalam otak tikus jika dibandingkan dengan kalxetin. Peningkatan kadar hormon serotonin dan dopamin tersebut merupakan suatu indikasi adanya efek penurunan depresi (antidepressant-like effect) pada tikus. Secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa minyak nilam (patchouli oil) dengan konsentrasi patchouli alcohol di atas 60% mempunyai efek seperti antidepresan (antidepressant-like effect). Studi lebih lanjut diperlukan untuk meneliti sinergisitas senyawa ledol dan trans-geraniol dalam minyak nilam terhadap aktivitas seperti antidepresan. Penelitian ini memiliki keterbatasan, dimana tidak dilakukannya pemeriksaan histopatologi terhadap organ hati, ginjal, serta paru tikus. Kata kunci: Antidepressan, Minyak nilam, Patchouli alcohol, Pogostemon cablin Benth
UJI AKTIVITAS ANTIDEPRESAN MINYAK NILAM FRAKSI RINGAN (POGOSTEMON CABLIN) TERHADAP TIKUS (RATTUS NORVEGICUS) DENGAN METODE TAIL SUSPENSION TEST (Ayu Annisa, 2024)
UJI AKTIVITAS AFRODISIAK EKSTRAK RNN-HEKSANA DAUN NILAM (POGOSTEMON RNCABLIN BENTH.) TERHADAP TIKUS JANTAN GALUR WISTAR (RATTUS NORVEGICUS) (Rosi Amanda, 2022)
AKTIVITAS ANTIBIOFILM MINYAK NILAM (POGOSTEMON CABLIN BENTH) TERHADAP BIOFILM STREPTOCOCCUS MUTANS PADA TIKUS RATTUS NORVEGICUS YANG DIINDUKSI KARIES (Naswa Zachri, 2024)
PENGARUH MINYAK NILAM (POGOSTEMON CABLIN BENTH.) FRAKSI BERAT DAN RINGAN TERHADAP REMINERALISASI PADA TIKUS RATTUS NORVEGICUS YANG MENGALAMI KARIES (SABILILLAH RHAMADHANTI PUTRI ADINDA, 2026)
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI MINYAK NILAM (POGOSTEMON CABLIN BENTH) TERHADAP BAKTERI GRAM POSITIF KLINIS DAN NON KLINIS (Vianita Apriani, 2021)