<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="105421">
 <titleInfo>
  <title>KOMUNIKASI INTERPERSONAL ORANG TUA BEKERJA DALAM PEMBENTUKAN KESEHATAN MENTAL PADA ANAK REMAJARN(STUDI PENELITIAN DI KECAMATAN BAITURRAHMAN)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>KHAIRAN FITRIA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas FISIPOL</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana komunikasi interpersonal yang terjadi antara orang tua bekerja dan anak remaja dalam pembentukan kesehatan mental. Dalam penelitian ini menggunakan 5 karakteristik komunikasi interpersonal yang efektif menurut DeVito antara lain: keterbukaan, empati, sikap positif, sikap mendukung, dan kesetaraan, untuk mengetahui komunikasi interpersonal yang dilakukan oleh orang tua bekerja, dan pada anak remaja dalam pembentukan kesehatan mentalnya meninjau menggunakan teori FIRO yang diutarakan oleh William schutz yang terdiri dari: kebutuhan inklusi, kebutuhan kontrol, dan kebutuhan afeksi. Fokus pada penelitian ini adalah komunikasi interpersonal yang dilakukan oleh orang tua bekerja, terkhusus kepada ibu yang bekerja purna waktu yang mempunyai anak remaja berusia 15-24 tahun. Pemilihan informan dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah informan 3 keluarga yang terdiri dari 3 orang tua bekerja dan 3 anak remaja. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini ialah wawancara secara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi interpersonal yang dilakukan oleh orang tua bekerja dalam pembentukan kesehatan mental pada anak remaja merupakan komunikasi yang efektif dan berjalan dengan baik karena memenuhi setiap karakteristik pada komunikasi interpersonal dan juga yang ditinjau dalam asumsi teori FIRO. Orang tua bekerja ini juga memenuhi kebutuhan-kebutuhan pada anak remaja sehingga menghasilkan kesehatan mental yang baik. Hambatan dalam komunikasi interpersonal yang dilakukan adalah hambatan pada waktu.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>105421</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-09-22 20:53:05</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-09-23 10:33:37</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>