<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="105392">
 <titleInfo>
  <title>KLASIFIKASI KEMOMETRI AKIBAT PENAMBAHAN ADSORBEN TERHADAP MINYAK NILAM PESISIR SELATAN (SUMATERA BARAT) DAN ACEH TAMIANG MENGGUNAKAN SPEKTRUM IOT NIR DAN FTIR</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>RATNA YENTI</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>MIPA-KIMIA</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui secara kualitatif perbedaan spektrum Near Infrared (NIR) dan spektrum Fourier Transform Infrared (FTIR) minyak nilam secara geografis serta pengaruh rasio penambahan adsorben zeolit dan bentonit terhadap komposisi kimia minyak nilam. Minyak nilam yang digunakan pada penelitian ini berasal dari daerah Pesisir Selatan dan Aceh Tamiang. Klasifikasi spektrum NIR dan FTIR minyak nilam murni dan minyak nilam yang divariasikan dengan zeolit dan bentonit (0,5; 1; 1,5; 2; 2,5 g) dianalisis menggunakan analisis multivariat kemometri dengan metode Principal Component Analysis (PCA) dan Partial Least Square Discriminant Analysis (PLS-DA). Hasil penelitian menunjukan secara visual terdapat perbedaan spektrum NIR, hal ini dibuktikan dengan adanya pola spektrum yang berbeda dan menandakan adanya perbedaan komposisi kimia penyusun minyak nilam. Pada spektrum FTIR memiliki visual spektrum yang relatif sama, akan tetapi ketika diplotkan dengan analisis PCA dan PLS-DA terlihat jelas adanya perbedaan. Penambahan adsorben zeolit dengan spektrum NIR dan adsorben bentonit berdasarkan spektrum FTIR berpengaruh terhadap komposisi kimia minyak nilam, ketika diplotkan dengan analisis PCA dan PLS-DA terlihat data berkelompok dengan baik, hal ini ditandai dengan range antara titik minyak nilam murni dan minyak nilam yang divariasikan dengan adsorben terpisah. Penambahan adsorben bentonit lebih efektif berpengaruh terhadap karakteristik sifat fisika dan kimia minyak nilam, hal ini ditandai dengan adanya perubahan warna, penurunan bilangan asam, indeks bias dan kadar patchouli alcohol (PA) yang meningkat. Plot PLS-DA minyak nilam menunjukan hasil yang cukup baik, hal ini dibuktikan dengan nilai Coefficient of Determination (R2) yang mendekati satu dan nilai Root Mean Square Error Coefficient of Variation (RMSECV) yang mendekati nol.&#13;
&#13;
Kata kunci: Minyak nilam, Zeolit, Bentonit, NIR, FTIR, PCA, PLS-DA</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>105392</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-09-22 15:12:27</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-09-23 10:59:10</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>