<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="105379">
 <titleInfo>
  <title>HUBUNGAN ANONIMITAS DENGAN CYBER SEXUAL HARASSMENT PADA PENGGUNA SOSIAL MEDIA TWITTER</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>ARIEF BAYU WARDHANA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas FISIPOL</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Sejak pandemi COVID-19 melanda, laporan yang diterima Komnas Perempuan terkait pelecehan seksual meningkat 40% pada akhir 2020. Hal ini dilatarbelakangi oleh berbagai penyebab. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan anonimitas dengan melakukan cyber sexual harassment pada pengguna sosial media Twitter dengan menggunakan metode penelitian kuantitatif korelasional. Penelitian ini menguji teori Deindividuasi yang menjelaskan bahwa seseorang akan berperilaku tidak wajar dan berbeda dari perilaku kesehariannya apabila mereka bergabung ke kelompok tertentu. Populasi pada penelitian ini adalah pengguna sosial media Twitter Indonesia dengan kriteria berumur 16 – 54 tahun. Jumlah sampel ditentukan dengan rumus slovin dengan batas toleransi sebesar 6 % sehingga diperoleh sampel sebanyak 280 orang responden. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah menyebarkan angket atau kuesioner kepada responden dengan menggunakan random sampling. Hasil uji hipotesis membuktikan bahwa terdapat hubungan antara anonimitas dengan menggunakan melakukan cyber sexual harassment pada pengguna sosial media Twitter dengan arah hubungan positif, di mana semakin rendah anonimitas maka semakin rendah pula keinginan untuk melakukan cyber sexual harassment dan begitu pula sebaliknya. Dua variabel dikatakan berhubungan jika nilai koefisien korelasi &gt; r_tabel (taraf signifikansi 5% dan N = 280, r_tabel adalah 0,113). Nilai korelasi pearson product moment antara variabel anonimitas dengan variabel cyber sexual harassment adalah 0,749 &gt; 0,113. Oleh sebab itu dapat disimpulkan pada penelitian ini adalah Ha diterima dan Ho ditolak.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>105379</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-09-22 13:04:10</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-09-23 10:03:43</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>