<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="105370">
 <titleInfo>
  <title>UJI KETAHANAN PENYAKIT ANTRAKNOSA PADA BEBERAPA GENOTIPE CABAI BESAR IPB (CAPSICUM ANNUUM L.) DI ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Syarafina Bukhari</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Cabai besar (Capsicum annuum L.) yakni komoditi hortikultura yang sering dibudidayakan di Indonesia. Data produktivitas cabai besar dalam kurun waktu 2017-2020 masih jauh dari produktivitas cabai yang diharapkan yakni mencapai 20-30 ton ha-1. Cendawan Colletotrichum sp. menyebabkan penyakit antraknosa yang menurunkan produktivitas dan kualitas cabai mencapai 45-60%. Penelitian ini diteliti untuk mengetahui genotipe cabai besar IPB tahan penyakit antraknosa yang ditanam di Aceh. Penelitian ini telah dilaksanakan sejak Januari sampai dengan Juni 2022 di Kebun Percobaan II Sektor Timur Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala. Penelitian ini menggunakan analisis data Rancangan Acak Kelompok Non Faktorial dengan tiga ulangan dan 17 parameter pengamatan. Hasil penelitian menunjukkan genotipe uji Seloka terbaik untuk karakter panjang buah, diameter buah bobot  buah, bobot buah per tanaman dan produktivitas. Genotipe uji Anies terbaik untuk karakter tebal daging buah, jumlah buah, dan kejadian penyakit pada buah cabai merah. Genotipe uji Selekta terbaik untuk karakter tinggi dikotomus. Genotipe uji F7 Gada terbaik untuk karakter tinggi tanaman, kejadian penyakit pada buah cabai hijau dan intensitas serangan penyakit pada buah cabai hijau. Genotipe uji F6 070477-1-1-3 terbaik untuk karakter intensitas serangan penyakit pada buah cabai merah dan aktivitas enzim peroksidase.&#13;
Kata kunci: Collectothricum gloeosporioides, Inokulasi, Karakter, Resisten</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>105370</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-09-22 12:20:55</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-09-22 14:32:33</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>