<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="105367">
 <titleInfo>
  <title>RASIONALITAS PENGAJUAN USULAN PELAKSANAANRNLEMBAGA KEUANGAN SYARIAH DI ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>T MUHAMMAD ARMYA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas  Ilmu Sosial dan Ilmu Politik</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
 &#13;
Berdasarkan Undang-Undang tentang Pemerintah Aceh menjelaskan bahwa&#13;
pmerintah Aceh berwenang mengatur dan mengurus urusan pemerintahan dalam&#13;
semua sektor publik kecuali urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan&#13;
Pemerintah, kewenangan yang dimaksud melahirkan Qanun Pokok-Pokok Syariat&#13;
Islam, yang inti dari peraturan terbut adalah untuk mewajibkan pemerintah dan&#13;
masyarkat Aceh untuk menerapkan Syariat Islam secara kafaah. Salah satu aspek&#13;
yang aspek yang dijelaskan di dalam Qanun Pokok-Pokok Syariat Islam adalah&#13;
yang berkaitan dengan Syariat Muamalah atau keungan Syariah. oleh sebab itu&#13;
menyebabkan pemerintah memiliki tuntutan dan tugas untuk merancang dan&#13;
mensahkan Qanun tentang Lembaga Keangan Syariah (LKS). Namun di dalam&#13;
tahap penyusunan naskah akademik dianggap memiliki permasahan pertimbangan&#13;
dari segi dasar hukum sehingga menyebabkan beberapa pihak merasa di rugikan&#13;
dari adanya pembentukan Qanun LKS. Penelitian ini untuk menjelaskan&#13;
rasionalitas Pengajuan Usulan Pelaksanaan Lembaga Keuangan Syariah Di Aceh.&#13;
Adapun pendekatan penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik&#13;
pengumpulan data primer melalui wawancara langsung dengan informan,&#13;
sedangkan data sekunder melalui dokumentasi/kepustakaan. Hasil penelitian ini&#13;
menunjukkan bahwa pengajuan usulan pelaksanaan Qanun LKS, termasuk ke&#13;
dalam rasionalitas instrumental dan rasionalitas berorientasi dengan nilai.&#13;
Rasionalitas instrumental di dalam Qanun LKS, dapat dilihat degan adanya tujuan&#13;
yang ingin di capai dari pemerintah Aceh, yanag mana merupakan bentuk cita-cita&#13;
masyarakat Aceh, diamanatkan langsung di dalam Qanun Pokok-pokok Syaria&#13;
Islam untuk mengatur sistem keuangan di Aceh berbasis prinsp Syariat Islam.&#13;
Sedangakan dari segi rasionalitas nilai yang terdapat di dalam pengajuan usulan&#13;
pelaksanaan Qanun LKS, dapat terlihat jelas pada dasar pemikiran bagaimana&#13;
sebuah Qanun LKS dibangun, yang mana tujuan utamanya adalah untuk&#13;
menyempurnakan ibadah masyarakat Aceh dengan cara menjauhi segala bentuk&#13;
praktik riba (nilai yang diyakini) yang terdapat di dalam sistem keuangan&#13;
konvensional. &#13;
Kata Kunci: Rasionalitas, LKS</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>105367</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-09-22 12:14:13</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-09-23 10:34:12</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>