<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="105355">
 <titleInfo>
  <title>KAJIAN DEFORMASI AKIBAT GEMPA BUMI M 6,1 DI PASAMAN BARAT MENGGUNAKAN INTERFEROMETRIC SYNTHETIC APERTURE RADAR (INSAR)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>CEUDAH HAJASHAFIRA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>MIPA-Fisika</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Salah satu gempa bumi dengan kategori merusak terjadi di Pasaman Barat pada tanggal 25 Februari 2022. Sampai saat ini, belum ada publikasi terkait deformasi akibat Gempa Bumi Pasaman Barat secara geodesi atau menggunakan data InSAR. Sebagai pengamatan terkini, InSAR menjadi salah satu metode tercepat yang dapat dilakukan untuk analisis deformasi akibat gempa bumi. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari deformasi akibat Gempa Bumi Pasaman tahun 2022, menvisualisasikan deformasi, dan menjelaskan mekanisme terjadinya gempa bumi berdasarkan deformasi yang terekam oleh InSAR dipadukan dengan data DEM dan solusi mekanisme fokal. Citra yang digunakan pada penelitian ini merupakan data Sentinel-1 IW dengan format SLC yang terdiri dari citra SAR sebelum (master) dan sesudah (slave) kejadian Gempa Bumi Pasaman. Proses pengolahan citra menggunakan software SNAP dimulai dari input dan pre-processing citra, dilanjutkan dengan koregistrasi, formasi interferogram dan estimasi koherensi, proses differential InSAR, phase unwrapping, konversi nilai fase menjadi perpindahan, geocoding, dan visualisasi menggunakan QGIS. Pengaplikasian metode InSAR pada citra SAR Sentinel-1 mode ascending menunjukkan adanya deformasi akibat gempa Bumi Pasaman 2022 namun tingkat koherensinya rendah. Deformasi akibat Gempa Pasaman 2022 dapat divisualisasi khususnya untuk area dengan fringes yang cukup jelas dan nilai koherensi antar citra yang bernilai tinggi. Mekanisme fokal menunjukkan bahwa gempa bumi disebabkan oleh patahan strike-slip menganan. Deformasi di sekitar kejadian gempa yang terdeteksi berupa uplift (umumnya wilayah barat dan barat laut area penelitian) dan subsidence (umumnya di wilayah tenggara penelitian). Tingginya nilai kepadatan vegetasi pada daerah penelitian memengaruhi rendahnya koherensi antar citra, sehingga fringes yang mengidentifikasikan deformasi akibat Gempa Bumi Pasaman 2022 tidak terlihat secara signifikan untuk seluruh area kajian.&#13;
&#13;
Kata kunci: Synthetic Aperture Radar, InSAR, Sentinel-1, Interferogram, deformasi, Gempa Bumi Pasaman, koherensi.&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>105355</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-09-22 11:33:26</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-09-23 10:29:27</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>