<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="105338">
 <titleInfo>
  <title></title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Rahmadani</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik Sipil</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Karya Kerja Ilmiah</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Jalan lingkungan adalah jalan umum yang dioperasikan untuk penyediaan layanan lalu lintas angkutan lingkungan dengan karakteristik perjalanan dekat dan kecepatan rata-rata rendah. Baik buruknya kinerja pekerjaan proyek ditentukan oleh waktu, biaya dan mutu yang dicapai. Namun pada waktu pelaksanaan proyek sering terjadi risiko dan oleh karena itu manajemen risiko perlu dilakukan guna meminimalisir risiko yang muncul. Hal lain menunjang munculnya risiko ialah adanya penyebaran pandemi virus Covid-19 yang meningkat pada tahun 2021 dan sangat mempengaruhi waktu, biaya dan mutu proyek. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor risiko yang terjadi pada  pelaksanaan proyek jalan lingkungan di Provinsi Aceh dan mengetahui potensi kemunculan risiko serta besar dampak risiko yang terjadi terhadap waktu, biaya dan mutu. Berdasarkan data yang didapatkan dari LPSE diperoleh sampel sebanyak 37 pekerjaan proyek jalan lingkungan pada 4 Kabupaten/Kota di Provinsi Aceh tahun anggaran 2021 untuk wilayah Kota Banda Aceh, Kabupaten Aceh Besar, Bireuen, dan Pidie. Uji data dilakukan dengan uji validitas dan reliabilitas, sedangkan analisis data dilakukan dengan analisis Frequency Index (FI) dan Severity Index (SI). Dari hasil penelitian ditemui 76 variabel risiko dari 14 faktor yang berdampak pada pelaksanaan proyek jalan lingkungan. Variabel risiko yang paling sering terjadi yaitu keadaan cuaca tidak menentu, kenaikan harga material, change order, peningkatan biaya kerja, perubahan perencanaan yang timbul dari hasil pengukuran dan penyelidikan lapangan, dan dokumen perencanaan berbeda dengan kondisi lapangan. Variabel risiko yang paling berdampak terhadap waktu dan mutu adalah variabel risiko keadaan cuaca tidak menentu. Sedangkan variabel risiko yang paling berdampak terhadap biaya ialah variabel kenaikan harga material.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>105338</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-09-22 10:24:12</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-09-23 10:11:39</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>