PENGOLAHAN KULIT KAYU KERETENG (TRIUMFETTA PILOSA) MENJADI SERAT ALAM | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PENGOLAHAN KULIT KAYU KERETENG (TRIUMFETTA PILOSA) MENJADI SERAT ALAM


Pengarang

Bintang Zuhra - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Novita - 198011092006042001 - Dosen Pembimbing I
Rosmala Dewi - 196410161989032002 - Dosen Pembimbing II



Nomor Pokok Mahasiswa

1806104010053

Fakultas & Prodi

Fakultas KIP / Pendidikan Kesejahteraan Keluarga (S1) / PDDIKTI : 83206

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas FKIP., 2022

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Bintang Zuhra (2022). Pengolahan Kulit Kayu Kereteng (Triumfetta Pilosa) Menjadi Serat Alam.
Penggunaan serat alam sebagai pengganti serat sintetis merupakan salah satu langkah dalam meningkatkan kualitas nilai serat yang unggul. Salah satu sumber serat alam yang dapat dimanfaatkan menjadi serat adalah Kereteng (Triumfetta Pilosa) yang diperoleh dari alam dataran tinggi tanoh Gayo. Kereteng (Triumfetta Pilosa) adalah jenis tumbuhan liar yang hidup pada semak semak belukar. Kereteng Triumfetta Pilosa dapat menghasilkan serat dari kulit batangnya. Serat dimanfaatkan sebagai tali-talian, kain, kanvas, dan kalin layar, karena memiliki daya tahan yang baik dalam kondisi lembab. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen terapan dengan pendekatan Kualitatif, subjek penelitian ini adalah 2 orang narasumber dengan objek kulit kayu Kereteng (Triumfetta Pilosa, Proses pengumpulan data untuk melengkapi penelitian ini dengan menggunakan 3 teknik pengumpulan data yaitu: teknik wawancara, dokumentasi dan eksperimen. Hasil ekplorasi menunjukan bahwa proses pengolahan kulit kayu Kereteng (Triumfetta Pilosa) dapat diolah menjadi serat tekstil dengan cara memisahkan kulit dari batang dan dibusukkan, lalu direndam, dibersihkan dan dipisahkan antara kulit dan serat, selanjutnya dijemur. Hasil penelitian menunjukkan pengujian kekuatan Tarik dan Mulur kulit kayu Kereteng (Triumfetta Pilosa) memiliki kekuatan tarik rata rata 125.00g. Hal ini menjelaskan bahwa serat kulit kayu Kereteng (Triumfetta Pilosa) memenuhi standar kekuatan serat yaitu minimal sebesar 1,2 g/denier. Serat tekstil diharapkan memiliki mulur yang baik dengan nilai mulur serat putus minimum 10%. Sedangkan dari hasil pengujian mulur dari serat kulit kayu Kereteng (Triumfetta Pilosa) dinilai kurang baik karena hanya memiliki mulur rata-rata sebesar 0.220%. Akan tetapi, serat Kereteng (Triumfetta Pilosa) dapat dimanfaatkkan menjadi tali karena serat yang sangat kuat. Pada penelitian ini, pengolahan serat Kereteng (Triumfetta Pilosa) dimanfaatkan dengan cara membuat produk yaitu tas kreasi sebanyak tiga model yang memadu-madankan serat Kereteng dengan bahan kayu, rotan, dan kerawang Gayo. Hal ini dilakukan untuk menciptakan suatu produk yang berbeda dengan tetap menjaga nilai estetika dan nilai prestige dari produk yang dihasilkan.
Kata kunci: Pengolahan Kereteng (Triumfetta Pilosa), Serat Alam

Zuhra Star (2022). Processing of Kereteng Bark (Triumfetta Pilosa) Into Natural Fibers. The use of natural fibers as a substitute for synthetic fibers is one step in improving the quality of superior fiber values. One source of natural fiber that can be used as fiber is Kereteng (Triumfetta Pilosa) which is obtained from the natural highlands of Gayo tanoh. Kereteng (Triumfetta pilosa) is a type of wild plant that lives in shrubs. Kereteng Triumfetta Pilosa can produce fiber from the bark. The fiber is used as ropes, cloth, canvas, and sail lines, because it has good resistance in humid conditions. This study uses an applied experimental method with a qualitative approach, the subject of this research is 2 resource persons with the object of Kereteng bark (Triumfetta Pilosa, The data collection process to complete this research uses 3 data collection techniques, namely: interview, documentation and experimental techniques. Exploration results. shows that the process of processing Kereteng bark (Triumfetta Pilosa) can be processed into textile fibers by separating the bark from the stem and rotting, then soaking, cleaning and separating the bark and fiber, then drying. (Triumfetta Pilosa) has an average tensile strength of 125.00g. This explains that the bark fiber of Kereteng (Triumfetta Pilosa) meets the standard for fiber strength, which is at least 1.2 g/denier. Textile fibers are expected to have good elongation with a breaking value of elongation. a minimum of 10%, while d From the results of creep testing of Kereteng (Triumfetta Pilosa) bark fibers, it was considered less good because it only had an average creep of 0.220%. However, Kereteng (Triumfetta Pilosa) fiber can be used as rope because the fiber is very strong. In this study, the processing of Kereteng fiber (Triumfetta Pilosa) is utilized by making a product, namely three models of creative bags that mix and match Kereteng fiber with wood, rattan, and Gayo filigree. This is done to create a different product while maintaining the aesthetic value and prestige value of the resulting product. Keywords: Processing Kereteng (Triumfetta Pilosa), Natural Fiber

Citation



    SERVICES DESK