KARAKTERISTIK PENDERITA CEDERA KEPALA BERAT YANG MENINGGAL DI RSUD DR. ZAINOEL ABIDIN BANDA ACEH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

KARAKTERISTIK PENDERITA CEDERA KEPALA BERAT YANG MENINGGAL DI RSUD DR. ZAINOEL ABIDIN BANDA ACEH


Pengarang

T Yusrizal - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0607101010015

Fakultas & Prodi

Fakultas Kedokteran / Pendidikan Dokter (S1) / PDDIKTI : 11201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Kedokteran., 2012

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)


Cedera kepala berat adalah penyebab utama kematian dan kecacatan di seluruh dunia. Tingginya angka kematian awal yang terjadi dirumah sakit akibat cedera kepala berat telah diakui. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik penderita cedera kepala berat yang meninggal di RSUD dr. Zainoel Abidin Banda Aceh. Metode penelitian ini adalah deskriptif retrospektif dengan mengambil data sekunder dari rekam medis pasien cedera kepala berat yang berlangsung dari Oktober sampai dengan Desember 2011. Hasil penelitian didapatkan 163 kasus dalam setahun dan yang mengalami kematian 54 kasus (33,1%). Kematian terbanyak terjadi pada pasien dengan rawatan < 24 jam (72,2%). Berdasarkan penurunan kesadaran, penderita yang meninggal dengan GCS 3 (22,2%), GCS 4 (20,4%), GCS 5 (16,6%), GCS 7 ( 14,8%) dan GCS 8 (13%). Berdasarkan kelainan patologi pada gambaran CT Scan, Edema serebri 3 kasus (5,6%), DAI 2 kasus (3,7%), ICH 7 kasus (13%), SAH 1 kasus (1,8%) dan kelompok campuran yaitu dengan 2 kelainan patologi atau lebih sebanyak 16 kasus (29,6%). lnsidensi kematian pada laki-laki lebih besar daripada perernpuan yaitu 35 orang (64.8%) laki-laki dan 19 orang (35,2%) perempuan. Berdasarkan umur 2 orang (3,7%) berusia 5-14 tahun, 15 orang (27,8%) berusia 15-24 tahun,
15 orang (27,8%) berusia 25-34 tahun, 6 orang (11,1%) berusia 35-44 tahun, 8 orang (14,8%) berusia 45-54 tahun, 1 orang (1,8%) berusia 55-64 tahun dan 7 orang (13%) berusia ~ 65 tahun. Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penderita cedera kepala berat yang paling banyak meninggal ditemukan dengan rawatan < 24 jam. GCS 3. laki-Iaki, kelompok umur 15-24 tahun dan 25-34 tahun serta kelainan campuran pada CT scan.

Kata kunci : cedera kepala berat, ICH. SAH, DAI

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK