<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="105266">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH JENIS MIKORIZA DAN PUPUK GUANO TERHADAPRNPERTUMBUHAN BIBIT TIN (FICUS CARICA L.) PADA TANAH ENTISOL</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Muhammad Hafiz</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Abstrak. Tin merupakan buah yang unik. Permintaan dan nilai jual tin dalam&#13;
perekonomian cukup menjanjikan. Meningkatnya permintaan ini tidak hanya di pasar&#13;
domestik melainkan juga di pasar global (Vebriansyah dan Angkasa, 2016). Sejak dua&#13;
tahun terakhir tanaman tin mulai digemari masyarakat Indonesia. Harga buah tin terbilang&#13;
mahal di pasaran layak dibudidayakan di Indonesia. Meskipun masih tergolong langka,&#13;
tanaman ini telah dikenal sebagai tanaman yang mempunyai khasiat. Kandungan vitamin&#13;
buah tin tidak kalah dengan apel dan jeruk. Disebutkan penelitian California Figs&#13;
Nutritional Information, buah tin mengandung serat (Dietary Fiber) yang sangat tinggi.&#13;
Setiap 100 gram buah tin kering terkandung 12,2 gram serat, sedangkan apel hanya&#13;
mengandung 2 gram dan jeruk mengandung 1,9 gram (Supriadi, 2006). Penelitian ini&#13;
bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis mikoriza dan dosis pupukGuano serta interaksi&#13;
antara keduanya terhadap pertumbuhan bibit tin pada tanah Entisol. Penelitian ini&#13;
dilaksanakan di Rumah Kasa dan Laboratorium Hortikultura dan Rumah Kasa Fakultas&#13;
Pertanian Universitas Syiah Kuala dimulai dari bulan Januari sampai dengan April 2022.Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial3x4 dengan&#13;
3 ulangan yang terdiri dari dua faktor. Faktor pertama jenis mikoriza (M) terdiriatas 3 taraf&#13;
yaitu: Glomus mosseae, Gigaspora sp, Glomus mosseae+Gigaspora sp (campuran).&#13;
Faktor kedua dosis pupuk Guano (G) terdiri atas 4 taraf yaitu: 0 ton / ha atau 0 g / pot 2,5&#13;
ton / ha atau 12,5 g/ pot 5 ton / ha atau 25 g / pot, 7,5 ton / ha atau 37,5 g / pot.Parameter&#13;
yang diamati meliputi tinggi bibit, diameter pangkal batang, jumlah daun, jumlah cabang&#13;
produktif, dan akar terkolonisasi Mikoriza. Hasil penelitain menunjukkan bahwa jenis&#13;
Mikoriza berpengaruh nyata pada tinggi bibit 90 HSPT, jumlah cabang produktif 30 HSPT&#13;
dan persentase akar terkolonisasi Mikoriza. Perlakuan dosis Guano berpengaruh sangat&#13;
nyata pada tinggi bibit 90 HSPT, jumlah daun 30 dan 60 HSPT. Berpengaruh nyata pada&#13;
tinggi bibit 30 dan 60 HSPT, jumlah cabang produktif 30 HSPT, jumlah daun 90 HSPT,&#13;
persentase akar terkolonisasi Mikoriza, Interaksi antara jenis Mikoriza dan dosis Guano&#13;
berpengaruh nyata terhadap cabang produktif 30 HSPT dan akar terkolonisasi Mikoriza.&#13;
Pertumbuhan bibit tin terbaik terdapat pada perlakuan jenis Mikoriza Gigaspora s,p&#13;
dengan pemberian dosis 2,5 ton / ha.&#13;
Kata Kunci : Guano , Jenis Mikoriza, Tin</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>105266</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-09-21 15:02:36</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-09-21 15:07:56</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>