<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="105263">
 <titleInfo>
  <title>RADIOSENSITIVITAS DAN RESPON KETAHANAN TERHADAP PENYAKIT ANTRAKNOSA (COLLETOTRICHUM GLOEOSPORIOIDES) PADA POPULASI M1 CABAI LOKAL ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>RISKA NADILA SIREGAR</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Cabai merah Perintis merupakan varietas cabai lokal yang dibudidayakan di kabupaten Pidie Jaya desa Laweung. Varietas ini memiliki keunggulan yaitu tahan terhadap kutu daun, namun rentan terhadap serangan antraknosa. Produktivitas cabai merah dapat terganggu akibat adanya dua faktor yaitu hama dan penyakit. Penyakit pada cabai salah satunya adalah penyakit antraknosa yang merupakan penyakit utama dan dapat menyebabkan penurunan produktivitas cabai. Pengembangan cabai Perintis melalui serangkaian kegiatan pemuliaan tanaman diharapkan mampu meningkatkan keragaman genetik pada cabai tersebut. Upaya untuk meningkatkan keragaman genetik dapat dilakukan dengan metode mutasi melalui iradiasi sinar gamma. Pemberian dosis iradiasi yang sesuai pada cabai merah diharapkan mampu menghasilkan tanaman yang berproduktivitas hasil tinggi dan tahan terhadap serangan antraknosa. Tingkat sensitivitas tanaman terhadap radiasi dapat dilihat berdasarkan nilai LD50 (Lethal Doses 50), yaitu dosis radiasi yang dapat menyebabkan 50% populasi tanaman mengalami kematian setelah diradiasi. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi LD50 pada populasi M1 cabai lokal Aceh hasil iradiasi sinar gamma dan respon ketahanan terhadap penyakit antraknosa yang disebabkan oleh patogen C.gloeosporioides. Penelitian ini dilaksanakan di kebun percobaan Sektor Timur Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala, Darussalam, Banda Aceh, dari bulan Oktober 2021 sampai bulan Februari 2022. Pengamatan hasil produksi pada penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Genetika dan Pemuliaan Tanaman, untuk  pengamatan parameter penyakit dilaksanakan di Laboratorium Ilmu dan Teknologi Benih. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola non-faktorial dengan empat ulangan meliputi satu induksi mutasi dari varietas Perintis yang diberi perlakuan iradiasi sinar gamma dengan dosis 0 Gy (D0), 100 Gy (D1), 200 Gy (D2) dan 300 Gy (D3) serta satu varietas Nasional Lado F1 sebagai pembanding. Hasil penelitian menunjukkan bahwa LD50 pada tanaman cabai genotipe mutan terdapat pada dosis iradiasi sinar gamma 300 Gy. Dosis iradiasi sinar gamma 100 Gy terbaik dijumpai pada parameter umur berbunga, jumlah buah per tanaman, berat buah per tanaman, panjang buah dan intensitas penyakit, dosis iradiasi sinar gamma 200 Gy terbaik dijumpai pada parameter tinggi dikotomus dan diameter nekrosis, dosis iradiasi sinar gamma 300 Gy terbaik dijumpai pada parameter diameter batang, berat per buah, diameter buah, tebal kulit buah dan kejadian penyakit.&#13;
Kata Kunci: Antraknosa, Cabai, Gejala, Penyakit, Serangan</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>105263</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-09-21 14:48:58</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-09-23 09:05:49</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>